Fadly Amran Optimistis Padang Capai Target Nasional Bebas Sampah 2029

News321 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Wali Kota Padang Fadly Amran optimistis Kota Padang mampu mendukung target nasional bebas sampah pada 2029. Keyakinan itu ia sampaikan usai menyerahkan 178 unit becak motor (bentor) kepada petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang di Lapangan Imam Bonjol, Rabu (20/8/2025).

Menurut Fadly, tambahan armada bentor akan memperluas jangkauan layanan hingga permukiman padat dan gang sempit. Ia menilai bentor bukan sekadar sarana angkut, melainkan ujung tombak pengelolaan sampah yang lebih efektif.

“Caranya adalah dengan mengumpulkan seluruh sampah dari penjuru Kota Padang. Dengan bentor, tidak ada lagi sampah yang menumpuk di perumahan. Semuanya bisa tertangani lebih baik sebelum nantinya diolah,” ujar Fadly Amran.

Dari total 178 unit bentor, sebanyak 152 unit bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang. Sementara 26 unit lainnya merupakan bantuan dari pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kota Padang.

“Alhamdulillah, sudah kita sepakati bersama DPRD. Seluruh bentor ini akan disebar ke LPS sesuai kebutuhan, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.

Fadly menambahkan, keberadaan LPS dan bentor merupakan bagian dari penerapan ekonomi sirkular yang mengutamakan pengolahan sampah berkelanjutan.

“Dengan pembinaan yang baik terhadap LPS, kita targetkan tidak ada lagi sampah berserakan di permukiman. Semua harus tertata dan terkelola dengan baik,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, menyampaikan saat ini jumlah petugas LPS mencapai 480 orang dengan cakupan layanan baru sekitar 80 persen. Dengan tambahan armada bentor, layanan diproyeksikan mampu menjangkau 100 persen wilayah kota.

“Anggaran pengadaan 152 unit bentor mencapai sekitar Rp5 miliar. Nantinya setiap LPS akan mendapatkan bentor sesuai kebutuhan wilayahnya,” ungkap Fadel.

Penyerahan armada baru ini disambut positif masyarakat dan petugas LPS. Pemko Padang optimistis langkah ini akan mempercepat terwujudnya kota bersih sekaligus mendukung program nasional bebas sampah pada 2029.

Meski demikian, Fadly mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah juga ditentukan peran aktif masyarakat.

“Yang lebih penting, masyarakat harus mengubah pola dalam mengelola sampah. Pisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Dengan begitu, kerja LPS lebih ringan dan hasil pengolahan lebih optimal,” pungkasnya. (pzv)

Komentar