Wabup Solok Promosikan Lima Danau dan Peluang Investasi di Forum ASEAN Business Networking 2025

Pariwisata355 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS – Pemerintah Kabupaten Solok memanfaatkan ajang ASEAN Business Networking 2025 sebagai momentum strategis memperkenalkan potensi wisata dan peluang investasi kepada mitra dari Malaysia dan Singapura.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, hadir langsung dalam acara jamuan penyambutan yang digelar di UNP Convention Hotel, Padang, Jumat malam, 30 Mei 2025. Di hadapan peserta forum, ia menyampaikan keunggulan Kabupaten Solok yang memiliki kekayaan alam dan potensi ekonomi kreatif yang belum tergarap optimal.

“Solok merupakan satu-satunya daerah di Sumatera Barat dengan lima danau indah. Ini kekayaan alam yang luar biasa dan siap dikembangkan menjadi destinasi unggulan,” ujar Candra. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok terbuka terhadap kerja sama di sektor pendidikan dan ekonomi pariwisata, termasuk dengan mitra dari negara-negara ASEAN.

Acara ini diprakarsai oleh ASITA Sumatera Barat sebagai bentuk penguatan jejaring pariwisata dan perniagaan antarnegara ASEAN. Ketua ASITA Sumbar, Darmawi, menilai kegiatan ini sebagai sarana penting untuk mengangkat potensi daerah ke tingkat internasional.

“Kita jadikan momentum ini sebagai ajang ekspos pariwisata Solok dan membuka peluang kerja sama investasi dengan jejaring ASEAN,” ujar Darmawi.

Delegasi Malaysia dan Singapura yang hadir juga menyatakan ketertarikannya terhadap potensi Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Solok. Ketua Delegasi, Master Shiro, menyebut kerja sama ini tidak hanya fokus pada ekonomi, tetapi juga bidang pendidikan sebagai pondasi pembangunan.

“Tanpa pendidikan, kita akan tertinggal dalam segala aspek. Kami hadir untuk membuka jejaring ilmu dan usaha,” ungkapnya.

Dari unsur Pemerintah Kabupaten Solok, turut hadir sejumlah pejabat terkait, antara lain Kepala Bapelitbang, Desmalia Ramadhanur; Kepala Dinas Pariwisata, Armen, bersama Kabid Pemasaran Pariwisata, Fathnaini Aisyah; serta pimpinan OPD lainnya.

Penasehat DPD ASITA Sumbar, Zuhri Zul, yang akrab disapa Mak Etek, menambahkan bahwa arah pengembangan pariwisata di Sumbar kini menitikberatkan pada konsep pengalaman hidup atau quality of life. “Wisata saat ini bukan hanya soal objek, tapi juga nilai sosial, budaya, dan kearifan lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Mardi, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kota Padang, menyatakan dukungan Pemerintah Kota terhadap forum ini. Ia berharap sinergi antarwilayah dapat memperkuat pengembangan wisata di kawasan pesisir dan daratan tinggi Sumatera Barat.

Diharapkan, kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan mitra ASEAN ini mampu melahirkan investasi berkelanjutan serta memperkuat posisi Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok, sebagai destinasi kelas dunia. (E_J)

Komentar