Wabup Ahmad Fadly Tegaskan Pemantauan Ketat Harga Bahan Pokok

Ekonomi57 Dilihat

Tanah Datar, RANAHNEWS.com — Pemantauan ketat harga bahan pokok menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyusul dampak bencana hidrometeorologi dan menjelang Ramadhan serta Idul Fitri 2026. Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly saat mengikuti High Level Meeting (HLM) Triwulan I Tahun 2026 bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Barat di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Padang, Kamis (22/1/2026).

Rapat yang dipimpin Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Kepala Bulog, BPS, organisasi perangkat daerah terkait, serta kepala daerah se-Sumatera Barat. Forum ini mengevaluasi kinerja TPID daerah dalam merespons kondisi terkini, khususnya dampak bencana hidrometeorologi yang memengaruhi pasokan pangan.

Selain evaluasi, HLM juga membahas langkah antisipatif menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat dan memicu tekanan inflasi.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa HLM TPID Triwulan I 2026 mengusung tema sinergi pengendalian harga pangan pasca bencana serta persiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri.

“Sumatera Barat menghadapi dampak kerusakan lahan pertanian, peternakan, perikanan, serta infrastruktur irigasi dan jalan akibat bencana alam yang terjadi baru-baru ini. Kondisi ini tentu memengaruhi pasokan pangan menjelang momentum peningkatan konsumsi, yaitu Ramadhan dan Idul Fitri. Untuk itu, kita harus memperkuat koordinasi antara TPID provinsi dan TPID kabupaten/kota,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menambahkan, berdasarkan data tiga tahun terakhir, komoditas yang berulang memicu inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri meliputi beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, dan telur ayam ras. Ia meminta pemerintah daerah memetakan ketersediaan dan kebutuhan pangan strategis serta menyusun rencana aksi konkret untuk mencegah lonjakan harga dan praktik penimbunan.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menjelaskan bahwa Tanah Datar sebagai salah satu daerah penghasil pangan utama di Sumatera Barat turut terdampak bencana hidrometeorologi, terutama di Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan Kecamatan X Koto.

“Ketersediaan pangan di Tanah Datar cukup terpengaruh akibat bencana, di mana lahan persawahan seluas 400 hektare, 50 hektare hortikultura, serta ratusan ternak terdampak di tiga kecamatan penghasil beras dan hortikultura,” ungkap Ahmad Fadly.

Ia menyampaikan, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan cadangan beras sebanyak lima ton. Selain itu, tiga kecamatan terdampak juga menerima bantuan beras dari pemerintah pusat sebanyak 28 ton untuk menjaga ketersediaan pangan.

“Kita berharap dengan langkah strategis ini harga bahan pokok tetap stabil. Kita secara intensif juga akan terus memantau kondisi harga bahan pokok di pasaran, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ujar Ahmad Fadly.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga akan menggelar operasi pasar murah secara berkala guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya warga yang terdampak secara ekonomi pasca bencana.

“Kita akan tetap bersinergi dan berkomitmen menjalankan instruksi TPID Provinsi agar gejolak harga pangan pasca bencana dapat ditekan, sehingga masyarakat bisa beribadah di bulan Ramadhan dengan tenang tanpa dibebani kenaikan harga yang ekstrem,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram memaparkan proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada 2026 akibat dampak kerusakan sektor pertanian pasca bencana hidrometeorologi.

Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 3,3 hingga 4 persen, lebih rendah dibandingkan target 2025 sebesar 4,4 hingga 5,4 persen. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang berhasil meraih TPID Award terbaik wilayah Sumatera selama lima tahun berturut-turut, periode 2021–2025.

“Selamat dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang kembali menerima TPID Award atas keberhasilan menjaga stabilitas inflasi di daerah,” pungkasnya. (rn/*/mat)

Komentar