Sosialisasi MBG di Bukittinggi, DPR Dorong Peran Aktif Masyarakat

Pendidikan319 Dilihat

Bukittinggi, RANAHNEWS – Pemerintah terus menggalakkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai strategi membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Melalui penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui, program ini diharapkan mampu menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul di masa depan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi MBG yang digelar di Aula Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Lambau, Bukittinggi, Selasa, 5 Agustus 2025. Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama, Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Riyani.

Ade Rezki Pratama menegaskan bahwa permasalahan gizi masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. “Kita menghadapi beban ganda gizi—mulai dari stunting, kekurangan zat gizi mikro, hingga meningkatnya prevalensi obesitas. Karena itu, kehadiran Badan Gizi Nasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan intervensi gizi dapat dijalankan secara efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya gizi sejak dini, karena berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar, tumbuh kembang, dan daya saing generasi muda di masa depan. Hal ini sejalan dengan gerakan global, di mana Indonesia dan 139 negara lainnya tengah mengupayakan peningkatan akses makanan bergizi di sekolah.

Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Anyelir Puspa Kemala menjelaskan bahwa masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga dapat menjadi mitra aktif dalam pengawasan dan pelaksanaan program. “Partisipasi publik yang teredukasi menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan program MBG. Kami mengajak masyarakat untuk menjadi mitra melalui portal resmi BGN di www.mitra.bgn.go.id tanpa dipungut biaya,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat juga dapat memperkuat budaya konsumsi pangan sehat di lingkungan keluarga, sekaligus memastikan kualitas makanan yang disajikan sesuai standar gizi. Selain itu, pelaksanaan MBG juga diharapkan mampu mendorong pemberdayaan pelaku usaha lokal, seperti UMKM pangan dan petani.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Bukittinggi, Riyani, menyampaikan bahwa peningkatan edukasi gizi harus menjadi prioritas pembangunan kesehatan. “Pemahaman mengenai pola makan seimbang sangat penting, terutama bagi balita, anak-anak, dan ibu hamil. Dinas Kesehatan memiliki peran sentral dalam menjamin mutu dan keamanan produk makanan di masyarakat,” tuturnya.

Riyani menekankan bahwa gizi berkualitas mencakup semua zat penting bagi tubuh, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga air—yang harus disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, aktivitas, dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, BGN memiliki peran vital sebagai koordinator Program MBG dan pelaksana utama dalam menurunkan angka stunting secara nasional. Melalui pendekatan intervensi yang terukur, program ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi perbaikan gizi masyarakat. (rn/*/pzv)

Komentar