Padang, RANAHNEWS.com — Pertamina Patra Niaga Sumbagut menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua SPBU kawasan Jalan By Pass Padang, Senin (7/9/2029).
Sidak dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi, khususnya Bio Solar, tepat sasaran. Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan Area Retail Sumbar, Hiswana Migas, Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar, dan Dinas ESDM.
Sales Area Manager (SAM) Retail Sumbar Pertamina Patra Niaga Sumbagut Fakhri Rizal mengatakan pengecekan difokuskan pada kesesuaian penyaluran menggunakan QR Code dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
“Kami bersama Polda Sumbar, Hiswana Migas dan Dinas ESDM mengecek baik penyaluran QR Code, dan STNK, untuk memastikan solar ini diterima sesuai dengan QR Code atau kendaraan yang berhak menikmati solar,” kata Fakhri di lokasi.
Menurut Fakhri, salah satu temuan dalam pengecekan adalah adanya nomor polisi ganda. Data kendaraan yang ditemukan bermasalah akan diblokir atau dihapus agar penyalahgunaan serupa tidak kembali terjadi.
“Tahun ini sekitar 5 ribu hingga 6 ribu yang telah kami blokir, kemudian sanksi hingga September ini sudah 31 SPBU, dan telah dilakukan pembinaan. Enam SPBU telah alih kelola ke Pertamina retail,” ungkapnya.
Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen mengatakan pihaknya telah mengimbau pemilik SPBU agar menginstruksikan operator menyalurkan BBM sesuai aturan yang berlaku.
“Kami mengimbau teman-teman SPBU menginstruksikan kepada petugas SPBU agar benar-benar menyalurkan BBM sesuai dengan Barcode dan nomor polisi dan saya berharap disparitas harga BBM diperkecil,” katanya.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumbar Helmi Heriyanto mengatakan masih ditemukan kendaraan yang terindikasi melangsir BBM saat pengecekan di area SPBU.
“Ada nomor pelat kendaraan yang ganda, ini mengindikasikan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi, sebagai pelangsir, dan mereka ada yang langsung kabur,” tutur Helmi. (rn/*/pzv)











Komentar