Rahmat Saleh: KWT Harus Melek Teknologi agar Tak Tertinggal

Parlemen356 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Pemberdayaan perempuan di sektor pertanian mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh. Dalam kunjungannya ke Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Durian Tarung, Kota Padang, Minggu (13/7/2025), ia menegaskan pentingnya kesiapan teknologi dan administrasi sebagai syarat mutlak agar kelompok tani perempuan mampu mengakses program dari pemerintah pusat.

Rahmat mengunjungi dua KWT, yakni Anggrek Pita dan Mawar Pita, yang selama ini aktif mengelola pertanian rumah tangga. Di hadapan puluhan anggota KWT, ia menyampaikan perlunya adaptasi terhadap pertanian modern berbasis teknologi agar tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.

“Sekarang ini sudah zamannya teknologi. Kalau kita tidak ikut, akan tertinggal. KWT harus mulai mengenal cara bertani yang lebih modern dan efisien,” kata Rahmat.

Politisi dari Sumatera Barat itu menekankan bahwa pemahaman terhadap inovasi dan digitalisasi dalam bertani harus ditanamkan sejak tingkat keluarga, tidak hanya pada petani skala besar.

Selain aspek teknologi, Rahmat juga menggarisbawahi pentingnya kelengkapan administrasi. Ia mengingatkan bahwa program-program dari kementerian tersedia, namun tidak dapat diakses jika kelompok tani tidak memiliki legalitas dan tata kelola yang baik.

“Program dari kementerian itu ada. Tapi kalau kita tidak siap secara administrasi, ya tidak bisa ikut. Itu yang harus kita perbaiki,” tegasnya.

Rahmat menyebut, Komisi IV DPR RI akan terus mendorong agar kebijakan dan program pertanian menjangkau kelompok masyarakat paling bawah, termasuk kelompok wanita tani. Ia menilai pendekatan berbasis kebutuhan nyata di lapangan harus menjadi arah pembangunan pertanian ke depan.

Ia juga menegaskan pentingnya pengarusutamaan peran perempuan dalam sektor pertanian, khususnya di Sumatera Barat. Menurutnya, KWT memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan memperkuat ekonomi rumah tangga.

“KWT adalah bagian penting dari pembangunan desa dan kota. Peran ibu-ibu sangat strategis, terutama dalam menjaga pangan keluarga dan menciptakan ekonomi mikro di rumah tangga,” tutup Rahmat Saleh. (rn/*/pzv)

Komentar