Rahmat Saleh Ajak Siswa SMA 9 Padang Bangun Karakter dan Jauhi Kebiasaan Buruk

Pendidikan366 Dilihat

Padang, RANAHNEWS — Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh mengajak para pelajar SMA Negeri 9 Padang untuk membangun karakter kuat dan menjauhi kebiasaan negatif yang dapat merusak masa depan. Pesan itu disampaikan saat ia bertindak sebagai inspektur upacara bendera di sekolah tersebut, Senin (20/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Rahmat juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta untuk pembangunan dan pengembangan mushala sekolah sebagai bentuk dukungannya terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual siswa.

“Bantuan ini pribadi dari saya. Saya berharap bisa dimanfaatkan untuk pengembangan mushala agar kegiatan ibadah dan pembinaan spiritual di sekolah semakin baik,” ujar Rahmat usai upacara.

Dalam amanatnya, Rahmat menekankan pentingnya membangun karakter dan menjaga perilaku sebagai pondasi utama meraih kesuksesan. Ia mengingatkan para siswa untuk menjauhi tiga hal yang menurutnya dapat menutup peluang masa depan, yakni merokok, minum minuman keras, dan bertato.

“Saya ingin sampaikan kepada adik-adik semua, jangan merokok, jangan minum minuman keras, dan jangan bertato. Tiga hal ini akan menentukan masa depan kalian,” ucapnya di hadapan ratusan siswa.

Rahmat menjelaskan, nasihat itu terinspirasi dari pesan seorang tokoh internasional. Ia menyebut Donald Trump pernah memberi wejangan serupa kepada anaknya sebagai prinsip dasar dalam membentuk karakter.

“Ini adalah pesan Donald Trump kepada anaknya. Ia mengingatkan hal yang sama: jangan merokok, jangan minum, dan jangan bertato. Pesan ini sederhana, tapi sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang membentuk karakternya,” tutur Rahmat.

Selain menyoroti pentingnya perilaku positif, Rahmat juga menggarisbawahi bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk meraih masa depan yang cerah. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya diukur dari kecerdasan, tetapi juga dari semangat untuk terus belajar.

“Jangan pernah berhenti belajar. Pendidikan adalah modal utama untuk mencapai kesuksesan,” tegasnya.

Ia kemudian mencontohkan dirinya sebagai bukti nyata bahwa proses belajar tidak berhenti meski telah menduduki posisi publik. Hingga kini, Rahmat masih menempuh pendidikan doktoral di Universitas Syahid Jakarta.

“Saya sendiri masih kuliah S3. Belajar itu tidak mengenal usia. Selama kita punya niat untuk berkembang, ilmu akan selalu bermanfaat bagi kehidupan kita,” katanya.

Rahmat mengingatkan para siswa agar tidak hanya fokus mengejar nilai akademik, tetapi juga menumbuhkan sikap dan akhlak yang baik. Ia menilai, keberhasilan seseorang bukan hanya diukur dari prestasi di sekolah, melainkan dari kemampuan menjaga diri dan menjunjung tinggi nilai moral.

“Anak-anak yang sukses bukan hanya yang pandai, tapi juga yang memiliki akhlak baik dan mampu menjaga diri dari hal-hal yang merugikan,” ujarnya.

Rahmat menutup amanatnya dengan pesan agar para siswa menjadi generasi yang berilmu, berintegritas, dan bertanggung jawab. Ia menegaskan, bangsa ini membutuhkan anak muda yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki karakter kuat.

“Saya ingin kalian semua menjadi generasi yang kuat, berilmu, dan punya akhlak. Karena bangsa ini butuh anak muda yang tidak hanya pintar, tapi juga punya prinsip dan tanggung jawab,” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar