Pendidikan Bersih, Wabup Solok Gaungkan Gerakan Antigratifikasi

Pendidikan371 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS – Langkah nyata mencegah korupsi di lingkungan pendidikan terus diperkuat di Kabupaten Solok. Wakil Bupati Solok H. Candra memimpin langsung sosialisasi antikorupsi dan pengendalian gratifikasi bagi Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Solok, sebagai bagian dari gerakan bersama membangun pendidikan yang bersih.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Solok Nan Indah pada Rabu, 18 Juni 2025 ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Editiawarman, Inspektur Daerah Dery Akmal, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Zainal Jusmar. Narasumber yang dihadirkan terdiri dari Wakapolres Solok Kompol Khairil Meidians, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Solok Dody Hidayat, serta Penyuluh Antikorupsi Provinsi Sumatera Barat Vera Neldy dan Hafizol Gafur.

Inspektur Daerah Dery Akmal menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting mencegah terjadinya pelanggaran dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran akan bahaya gratifikasi dan korupsi di lingkungan sekolah. “Kami berharap dengan sosialisasi ini, proses PPDB dapat berjalan bersih, adil, dan berintegritas. Sekolah harus menjadi teladan bagi generasi penerus,” ujar Dery Akmal.

Wakil Bupati H. Candra menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas, tetapi juga tentang membentuk karakter jujur dan bertanggung jawab sejak dini. Ia menilai sekolah sebagai fondasi utama yang harus bersih dari praktik penyalahgunaan wewenang. “Kita ingin memastikan seluruh unsur pendidikan di Kabupaten Solok bebas dari praktik gratifikasi. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ucap H. Candra.

Ia mengajak Kepala Sekolah dan Ketua Komite untuk menjadi pelopor gerakan antikorupsi di lingkungan sekolah masing-masing. Menurutnya, transparansi dalam pengelolaan dana sekolah dan kerja sama yang sehat antara sekolah dan komite adalah kunci membangun sistem pendidikan yang bersih dan terpercaya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Solok ingin menanamkan kesadaran bersama untuk mewujudkan budaya antikorupsi sejak dari lingkungan pendidikan. “Mari kita jadikan Kabupaten Solok sebagai daerah yang bersih dan bermartabat. Semuanya dimulai dari sekolah, tempat masa depan generasi kita dibentuk,” tutup H. Candra. (E_J)

Komentar