Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Solok mematangkan persiapan pelaksanaan program rehabilitasi lahan sawah rusak pascabencana yang merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis (15/2/2026) di Munggu Tanah, Selayo, Kecamatan Kubung, dan akan diikuti secara daring oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.
Persiapan teknis dan administratif program ini dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Solok H. Candra di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok Eko Gunanto.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi melaporkan bahwa kegiatan rehabilitasi sawah rusak akan melibatkan sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang terdampak bencana. Pelaksanaan program akan dikoordinasikan oleh Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), dengan rencana kehadiran langsung Gubernur Sumatera Barat.
“Insyaallah Bapak Gubernur Sumatera Barat akan hadir. Daerah kabupaten dan kota yang terdampak banjir juga akan dilibatkan, sebagian hadir langsung dan sebagian mengikuti secara daring,” ujar Deslirizaldi.
Ia menjelaskan, rehabilitasi sawah dilakukan berdasarkan klasifikasi tingkat kerusakan, yakni ringan, sedang, dan berat. Untuk sawah dengan kerusakan ringan dan sedang, penanganan dilakukan melalui pembersihan sedimen, penyemaian, dan penanaman kembali. Sementara itu, sawah dengan kategori rusak berat akan ditangani menggunakan alat berat dengan melibatkan pihak ketiga.
“Peletakan batu pertama dimulai dari sawah rusak ringan hingga berat. Untuk kerusakan ringan dan sedang dilaksanakan pada Januari dan Februari, sedangkan kerusakan berat dikerjakan oleh pihak ketiga,” jelasnya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Solok H. Candra menekankan pentingnya akurasi data sebagai dasar penyaluran bantuan. Ia meminta kepastian bahwa seluruh data lahan sawah terdampak telah diverifikasi secara menyeluruh agar bantuan tepat sasaran.
“Kegiatan ini merupakan rehabilitasi sawah rusak, baik ringan, sedang, maupun berat. Saya ingin memastikan bahwa seluruh data yang kita miliki benar-benar valid, karena nantinya Bapak Gubernur akan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada seluruh daerah terdampak,” tegas Candra.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian memastikan bahwa data kerusakan sawah telah diverifikasi dan dinyatakan valid. Ia menjelaskan, untuk kerusakan ringan dan sedang yang masuk dalam kategori optimalisasi lahan, petani akan membersihkan sedimen dan pasir sebelum dilakukan penaburan benih.
“Untuk kerusakan ringan, bantuan sebesar Rp4,6 juta akan disalurkan ke rekening kelompok tani. Namun total bantuan bisa mencapai Rp15 juta per hektare karena mencakup bantuan irigasi dan pupuk. Sementara untuk kerusakan berat, alokasi rehabilitasi mencapai 892 hektare,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada pelaksanaan kegiatan Kamis mendatang akan dilakukan simulasi penanganan sawah rusak ringan dan sedang sebagai contoh pelaksanaan di lapangan.
Berdasarkan data Sakato Plan Provinsi Sumatera Barat, luas sawah terdampak bencana tercatat mencapai 1.072 hektare. Selain itu, kerusakan juga meliputi jaringan irigasi di delapan titik sepanjang 1.364 meter, hortikultura seluas 90,9 hektare, asuransi pertanian di tiga lokasi, perkebunan seluas 10,3 hektare, ternak sebanyak 110 ekor, serta ladang seluas 1 hektare. Total anggaran penanganan yang tercantum dalam Sakato Plan tersebut mencapai lebih dari Rp90 miliar.
Melalui program rehabilitasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap lahan pertanian yang terdampak bencana dapat segera pulih sehingga aktivitas pertanian masyarakat kembali berjalan normal dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga. (E_J)











Komentar