Pemerintah Pusat Tunjuk Solok Jadi Daerah Pertama Jalankan Sekolah Rakyat

News, Pendidikan389 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS — Terobosan besar di bidang pendidikan kembali ditorehkan Kabupaten Solok. Berkat fasilitasi Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, Bupati Solok Jon Firman Pandu berhasil menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Sosial RI. Hasilnya, Kabupaten Solok ditetapkan sebagai salah satu dari enam daerah pertama di Indonesia yang akan menjalankan Program Sekolah Rakyat pada tahun 2025.

Dalam rapat virtual pembahasan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri RI, Jumat (11/04/2025), Kabupaten Solok menyatakan kesiapannya menjalankan program prioritas nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.

“Sekolah Rakyat adalah program strategis untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan. Ini bukan sekadar sekolah, tetapi pusat pembentukan karakter dan keterampilan hidup,” ujar TB Chaerul Dwisapta, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri.

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, yang mewakili Bupati dalam rapat itu, menyampaikan kesiapan infrastruktur dan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Lokasi pembangunan telah disiapkan di eks-Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuak Selasih dengan luas lahan mencapai tiga hektare.

“Namun kami menyadari, masih ada kebutuhan rehabilitasi infrastruktur. Untuk itu, kami mengusulkan dukungan dana sebesar Rp6 miliar dari APBN,” jelas Medison.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut penunjukan Kabupaten Solok sebagai pelaksana awal Sekolah Rakyat merupakan kehormatan sekaligus tantangan untuk meningkatkan mutu SDM daerah.

“Ini peluang emas untuk membangun masa depan anak-anak kita. Kami menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy, yang telah membuka jalan komunikasi dengan kementerian. Kami siap membuktikan bahwa Solok layak menjadi percontohan nasional,” tegas Bupati.

Kabupaten Solok menjadi satu-satunya daerah di Pulau Sumatera yang dinilai paling siap menjalankan program ini dari 53 titik lokasi se-Indonesia. Dengan semangat kolaborasi lintas pemerintahan, Kabupaten Solok optimistis menjadi lokomotif pendidikan inklusif dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumatera Barat. (rn/*/pzv)

Komentar