PCNU Dharmasraya Studi Tiru ke Surabaya, Matangkan Rencana Rumah Sakit NU

News16 Dilihat

Surabaya, RANAHNEWS.com — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Dharmasraya mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit NU melalui studi tiru tata kelola dan manajemen rumah sakit ke Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS), Rabu (26/8/2026). Pengembangan fasilitas kesehatan tersebut direncanakan dimulai dengan pendirian Klinik NU di setiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).

Rombongan PCNU Dharmasraya diterima Ketua YARSIS Prof. Mohammad Nuh. Dalam pertemuan tersebut, PCNU Dharmasraya memaparkan peta jalan pengembangan fasilitas kesehatan terpadu yang akan dibangun secara bertahap.

Wakil Ketua Bidang Kesehatan PCNU Dharmasraya, dr. Sujito, M.KM., SpKKLP., mengatakan Klinik NU di tingkat kecamatan akan menjadi bagian awal pengembangan pelayanan kesehatan sekaligus sistem rujukan menuju Rumah Sakit NU Dharmasraya.

“Klinik-klinik di tingkat kecamatan ini nantinya disiapkan sebagai pilar pelayanan primer yang akan mengalirkan sistem rujukan berjenjang menuju Rumah Sakit NU Dharmasraya,” jelas Sujito.

Dalam studi tiru tersebut, PCNU Dharmasraya mempelajari pengelolaan YARSIS yang menaungi RSI Surabaya Jemursari dan RSI Surabaya A. Yani. YARSIS disebut berawal dari klinik sederhana yang didirikan PCNU dan Muslimat NU Surabaya hingga berkembang menjadi jejaring rumah sakit dengan ribuan tenaga profesional.

Studi lapangan dipandu Direktur RSI Surabaya Jemursari, dr. Bangun Trapsila Purwaka, SpOG(K)., M.Kes., serta Direktur RSI Surabaya A. Yani, dr. Hendro Soelistijono, M.M., M.Kes.

Sejumlah aspek dipelajari, mulai dari penerapan budaya pelayanan “Salam, Senyum, Ramah, dan Ikhlas”, teknologi radiologi, hingga layanan medis Minimal Invasive Urology, Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS), dan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). PCNU Dharmasraya juga mempelajari integrasi Klinik Kerohanian dalam pelayanan pasien.

Ketua Tanfidziyah PCNU Dharmasraya, A. Faizin, M.MPd., mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti studi tersebut dengan pertemuan untuk mematangkan persiapan lahan, pembangunan fisik, serta manajemen operasional rumah sakit.

“Langkah responsif ini bernilai sangat strategis mengingat posisi Kabupaten Dharmasraya di ujung timur Sumatra Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi dan Riau,” terang Faizin.

Menurut Faizin, Dharmasraya saat ini telah didukung dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). PCNU Dharmasraya merencanakan jejaring Klinik MWCNU dan Rumah Sakit NU yang terintegrasi untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Dharmasraya saat ini telah didukung dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), kehadiran jejaring Klinik MWCNU dan Rumah Sakit NU yang terintegrasi diyakini bakal memperkuat pemerataan akses kesehatan yang berkualitas, humanis, dan sarat nilai spiritual bagi masyarakat,” tutupnya. (akn)

Komentar