Jakarta, RANAHNEWS – Anggota Komisi VI DPR, Nevi Zuairina, menilai rencana pemisahan unit bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan. Ia menyebut pemisahan itu memungkinkan fokus bisnis lebih terarah dan operasional setiap unit berjalan mandiri tanpa hambatan birokrasi.
“Meningkatkan fokus bisnis, agar unit yang dipisahkan bisa beroperasi lebih mandiri dan efisien, tanpa terhambat birokrasi perusahaan induk,” kata Nevi.
Politisi PKS tersebut menjelaskan langkah Telkom ini berpotensi menarik investor yang memiliki ketertarikan khusus pada bidang tertentu, terutama teknologi.
“Menarik investor yang lebih tepat, karena beberapa investor hanya tertarik pada segmen tertentu, misalnya teknologi atau energi,” ujarnya.
Nevi menambahkan, penataan ulang struktur modal melalui pemisahan unit bisnis dapat membantu menyeimbangkan kembali struktur keuangan serta mengurangi beban utang, baik di tingkat induk maupun anak usaha.
“Restrukturisasi keuangan, untuk membantu mengurangi utang atau menyeimbangkan struktur modal antara perusahaan induk dan anak usaha,” tutur Legislator Sumbar II itu.
Namun ia mengingatkan bahwa spin off membutuhkan biaya besar sehingga Telkom perlu memastikan stabilitas keuangan dan arus kas tetap terjaga. Ia menilai risiko penurunan pendapatan perusahaan induk juga harus diantisipasi karena aset yang dipisahkan tidak lagi menyumbang pada laporan keuangan.
“Ini akibat pasca spin-off, di mana perusahaan induk dapat mengalami penurunan pendapatan karena aset yang dipisahkan tidak lagi berkontribusi pada laporan keuangan mereka,” ujarnya.
Nevi menilai penting bagi Telkom menjaga keamanan saham negara, menghindari dilusi, serta mengantisipasi volatilitas harga saham jangka pendek. Ia mengingatkan bahwa perusahaan yang baru berdiri kerap menghadapi pergerakan harga yang fluktuatif pada awal perdagangan.
“Segera bangun sinergi baru yang lebih produktif dan efisien,” kata Nevi.
Ia juga menyoroti potensi hilangnya manfaat sinergi yang sebelumnya terbangun ketika unit-unit Telkom masih berada dalam satu struktur, seperti akses perbankan, pinjaman antarperusahaan, dan konsolidasi aset.
“Manajemen Telkom tetap fokus pada operasi bisnis inti. Buatlah tim khusus untuk proses ini, agar kinerja Telkom tetap stabil,” imbuhnya.
Nevi memastikan Komisi VI DPR akan memantau proses pengalihan tersebut dan berkoordinasi dengan Telkom untuk memastikan pelaksanaannya sesuai ketentuan.
“Komisi VI DPR akan terus memantau proses pengalihan ini dan akan berkoordinasi dengan Telkom untuk memperoleh perkembangan serta memastikan langkah yang ditempuh berjalan sesuai ketentuan,” pungkasnya. (rn/*/pzv)











Komentar