Jakarta, RANAHNEWS – Peringatan Hari Koperasi Indonesia yang jatuh pada 12 Juli menjadi sorotan serius Anggota Komisi VI DPR RI, Hj. Nevi Zuairina. Legislator asal Sumatera Barat itu menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangkitkan kembali peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
“Ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi saat yang tepat untuk membenahi ekosistem koperasi agar kembali menjadi pilihan utama masyarakat,” ujar Nevi dalam keterangan resminya di Jakarta.
Ia menanggapi penurunan drastis jumlah koperasi aktif dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 130.119 koperasi aktif, turun lebih dari 79 ribu unit dibandingkan tahun 2014. Penurunan ini terjadi seiring proses penataan ulang koperasi oleh pemerintah.
Politisi PKS ini menegaskan bahwa pengembangan koperasi telah masuk dalam Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo, dan hal itu menurutnya harus menjadi prioritas bersama.
Nevi juga mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi koperasi saat ini, mulai dari maraknya koperasi fiktif, minimnya inovasi digital, hingga keterbatasan akses permodalan. Menurutnya, solusi atas persoalan tersebut harus dilakukan secara sistematis dan komprehensif.
“Kementerian Koperasi harus membangun ekosistem koperasi yang sehat dan progresif. Perlu kolaborasi dengan lembaga pendidikan, aktivis koperasi, dan pemerintah daerah agar koperasi menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia turut menyoroti rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam koperasi, yang menurut data hanya mencapai sekitar 10 persen dari total penduduk Indonesia. Bahkan, berdasarkan data Indonesian Consortium for Cooperative Innovation (ICCI), partisipasi generasi Z hanya sekitar 6 persen.
“Mendorong generasi muda bergabung dalam koperasi menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah dan pemangku kepentingan harus menjadikan koperasi sebagai gerakan yang relevan dan menarik,” lanjut Nevi.
Sebagai penutup, ia menegaskan komitmen Fraksi PKS untuk terus mendorong pengesahan Undang-Undang Perkoperasian yang lebih berpihak kepada pelaku koperasi di seluruh Indonesia.
“Kebangkitan koperasi harus dibuktikan dengan kebijakan konkret, bukan hanya slogan,” tutup Nevi Zuairina. (rn/*/pzv)











Komentar