Nevi Zuairina: IPAL Domestik Bukan Sekadar Proyek, Tapi Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

News314 Dilihat

Agam, RANAHNEWS – Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina, mendorong pembangunan infrastruktur hijau melalui penguatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik. Seruan itu ia sampaikan saat menghadiri Sosialisasi Infrastruktur Hijau di Balairung Kerapatan Adat Nagari Lubuk Basung, Agam.

Menurut Nevi, pembangunan IPAL menjadi langkah nyata menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat. Limbah rumah tangga sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan buang air, kerap dianggap sepele, padahal memberi dampak serius terhadap pencemaran.

“Jika air limbah tidak dikelola dengan baik, ia bisa mencemari sungai, merusak ekosistem, bahkan membahayakan kesehatan masyarakat. Penyakit seperti diare, kolera, hepatitis A, hingga demam berdarah sering kali berawal dari sanitasi yang buruk,” ujarnya.

Ia menambahkan, data Grinviro Biotekno Indonesia menunjukkan sekitar 50 persen limbah rumah tangga di Indonesia masih dibuang ke saluran terbuka. Di wilayah perkotaan, seperti Jakarta, angkanya bahkan mencapai hampir 80 persen. Kondisi ini menurunkan kualitas air, mengurangi kadar oksigen, dan mengancam flora-fauna perairan.

Nevi menekankan, IPAL domestik tidak boleh dilihat hanya sebagai proyek fisik, melainkan simbol dari pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Ia menilai, keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, mulai dari memahami fungsi hingga menjaga pemanfaatannya.

“Kebijakan infrastruktur hijau tidak akan berjalan tanpa gerakan sosial. Kita butuh gotong royong masyarakat, dukungan pemerintah, kontribusi akademisi, dan juga peran swasta. Bersama-sama kita bisa membangun budaya bersih, peduli lingkungan, dan sanitasi sehat,” kata politisi PKS dari Sumatera Barat II tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Agam yang hadir. Kehadiran warga, menurutnya, menunjukkan kesadaran kolektif bahwa lingkungan sehat merupakan hak bersama sekaligus tanggung jawab bersama.

“Dengan IPAL domestik, kita tidak hanya melindungi lingkungan hari ini, tapi juga mewariskan masa depan yang lebih sehat dan bermartabat bagi anak cucu kita,” pungkas Nevi Zuairina. (rn/*/pzv)

Komentar