Pariaman, RANAHNEWS.com – Sebanyak 100 anak terdampak bencana mengikuti kegiatan melukis bersama yang digelar Pemerintah Kota Pariaman berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) Republik Indonesia di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (20/8).
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang ekspresi seni sekaligus media pemulihan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana.
Kegiatan yang dibuka Wali Kota Pariaman, Yota Balad, itu berlangsung selama tiga hari. Pesertanya merupakan siswa SD kelas 4–6 dari 42 sekolah negeri dan swasta yang tersebar di empat kecamatan, yakni Pariaman Utara, Pariaman Tengah, Pariaman Selatan, dan Pariaman Timur.
Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada Kemen Ekraf RI, para seniman, komunitas, serta seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak di Kota Pariaman.
“Bencana memang dapat meninggalkan luka, kehilangan, dan pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Namun kita percaya bahwa setiap anak memiliki kekuatan untuk bangkit. Hari ini, kita tidak hanya mengajak anak-anak untuk melukis di atas kanvas, tetapi memberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, harapan, imajinasi, dan cita-cita mereka melalui karya seni,” ujarnya.
Menurut Yota, gambar yang dibuat anak-anak dapat menjadi sarana untuk menyampaikan cerita dan harapan. Karena itu, seni tidak hanya dipandang sebagai keindahan, tetapi juga sebagai media pemulihan psikologis, edukasi, serta pembentukan karakter generasi muda yang kreatif dan percaya diri.
“Bermainlah, berkaryalah, dan jangan takut bermimpi. Tuangkan semua yang kalian rasakan dan bayangkan ke dalam lukisan. Tidak ada lukisan yang salah. Siapa tahu dari tangan anak-anak yang kita dampingi hari ini, kelak lahir seniman besar, desainer, pelukis, atau animator yang mengharumkan nama Kota Pariaman dan Sumatera Barat,” harapnya.
Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemen Ekraf, Dadam Mahdar, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan implementasi amanat Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Program yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 100 anak sebagai peserta melukis. Peserta terdiri dari siswa SD kelas 4–6 dari 42 sekolah negeri dan swasta yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Pariaman,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan meliputi workshop pengenalan media dan teknik melukis, melukis bersama di atas kanvas, serta melukis pada media batok kelapa sebagai pemanfaatan bahan lokal yang menanamkan nilai keberlanjutan dan kearifan lokal.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan mentor dari Tambo Art, akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), seniman lokal Pariaman, alumni SERUIN (Akselerasi Seni Rupa Indonesia), serta pegiat seni rupa Sumatera Barat, yakni Ferdian Ondira, Yon Indra, Yosrianto, Hagung Kuntjara SW, dan Citra Leonita.
Selain proses berkarya, panitia juga menyiapkan pameran karya sebagai bentuk apresiasi. Sebanyak 10 karya terbaik akan diseleksi untuk dipromosikan ke panggung nasional.
“Kita juga melaksanakan pameran karya sebagai bentuk apresiasi, di mana 10 karya terbaik akan diseleksi untuk dipromosikan ke panggung nasional. Untuk itu, kita berharap anak-anak serius dalam mengikuti kegiatan ini, namun tetap percaya pada diri sendiri,” tutup Dadam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kemen Ekraf RI, di antaranya Kepala TU, Perencanaan dan Keuangan Direktorat Seni Rupa dan Pertunjukan Maman Rahmawan, Program Director Kin Space SCBD Aprina Murwanti, serta Psikolog Anak Rifdha Wahyuni. (rn/*/pzv)














Komentar