Lisda Hendrajoni dan Bupati Pessel Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Pelangai Gadang

News302 Dilihat

Pesisir Selatan, RANAHNEWS – Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, bersama Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Kenagarian Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, pada Senin (17/3/2025). Dalam kunjungan ini, mereka memastikan kebutuhan dasar para korban, terutama konsumsi di bulan Ramadan, dapat terpenuhi.

Lisda Hendrajoni menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan serta ketersediaan makanan bagi warga yang tengah mengungsi.

“Kami ingin memastikan Dunsanak kita yang terdampak banjir dalam kondisi baik, terutama terkait kesehatan dan kebutuhan konsumsi selama Ramadan,” ujar Lisda.

Ia juga meninjau dapur umum yang didirikan di Posko Penanganan Banjir, di mana Pemuda Muhammadiyah turut berperan dalam menyiapkan makanan sahur dan berbuka bagi korban banjir.

“Kami melihat peran aktif Pemuda Muhammadiyah dalam dapur umum ini, dan kami turut memberikan dukungan agar operasionalnya bisa berjalan optimal,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lisda menyerahkan 100 paket sembako dari Baznas RI untuk membantu warga terdampak. Paket tersebut berisi beras, gula, tepung, minyak goreng, dan makanan ringan yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat setelah banjir.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan bantuan terbaik bagi masyarakat, terutama dalam penyediaan makanan, pakaian, dan air bersih.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Lisda atas bantuan yang telah disalurkan dari pusat. Saat ini, kebutuhan utama masyarakat terdampak adalah pangan, air bersih, dan pakaian,” ujar Hendrajoni.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga telah melakukan langkah cepat dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan material sisa banjir. Selain itu, melalui Dinas Sosial, pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa 500 kilogram beras untuk warga terdampak.

Banjir yang terjadi pada 12 Maret 2025 ini merendam 104 rumah, menyebabkan ratusan warga mengungsi, serta merusak satu unit jembatan gantung, yang merupakan akses utama masyarakat setempat. Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan upaya pemulihan agar kondisi warga kembali normal. (rn/*/pzv)

Komentar