Ir Djoni Ungkap Keunggulan Sawah Pokok Murah untuk Petani Indonesia

Ekonomi182 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Inovasi pertanian Sawah Pokok Murah (SPM) kini menarik perhatian luas, dari tingkat daerah hingga menjadi sorotan nasional. Dikembangkan dengan pendekatan efisien dan ramah lingkungan, program ini mulai dilirik sebagai langkah strategis menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.

Penggagas SPM asal Sumatra Barat, Ir Djoni, menyebut manfaat program ini telah terbukti nyata di lapangan.
“Memang sangat bermanfaat. Banyak yang awalnya ragu, namun bukti keberhasilannya sudah terlihat di banyak lokasi,” ujar Ir Djoni saat ditemui di Dangau Inspirasi, Padang, Jumat (15/8/2025), bersama alumni IKA Faperta UNAND ’98, Mona Sisca.

Ia menjelaskan, SPM bukan hanya relevan bagi petani berpengalaman, tetapi juga memberi peluang baru bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Program ini bermanfaat bagi semua kalangan, termasuk anak muda,” jelasnya.

Menurut Djoni, salah satu kendala generasi muda untuk bekerja di sawah adalah kekhawatiran akan pekerjaan yang kotor dan berat.
“Sawah Pokok Murah tidak memerlukan air tergenang. Hemat, modern, dan praktis bagi kelompok tani,” katanya.

Dengan metode yang memadukan efisiensi lahan dan air, SPM dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional. Keunggulan ini membuatnya potensial untuk diterapkan secara luas di Indonesia.
“Jika diterapkan luas, manfaatnya akan dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Djoni.

SPM bukan sekadar teknik bertani baru, tetapi sebuah terobosan yang mampu mengubah pola produksi pangan menjadi lebih hemat biaya, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan nasional, inovasi ini berpeluang besar menjadi penopang utama ketahanan pangan di masa depan. (rn/*/pzv)

Komentar