Kabupaten Solok, RANAHNEWS – Tidak semua jabatan datang bersama rasa suka cita. Bagi Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., amanah baru yang disematkan kepadanya justru terasa berat. Secara resmi, ia ditunjuk sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Solok periode 2025–2030, sebuah tanggung jawab yang diakuinya penuh risiko dan tantangan.
Dalam perbincangan dengan sejumlah rekan dekat, H. Candra mengaku terkejut dan tidak menyangka akan memegang jabatan tersebut. Ia bahkan mengungkapkan keberatannya, bukan karena menolak amanah, tetapi karena khawatir tidak mampu menjalankannya secara maksimal.
“Kalau tidak bisa memberikan yang terbaik, jabatan itu bisa menjadi beban, bahkan musibah,” ujarnya dengan nada tenang.
H. Candra menegaskan bahwa jabatan ini tidak lahir dari pencarian pribadi, lobi politik, atau permintaan tertentu, sebab di PKS berlaku prinsip yang melarang meminta jabatan. Ia menyebut, prioritas utamanya tetap membantu Bupati Jon Firman Pandu dalam menjalankan pemerintahan Kabupaten Solok.
Meski demikian, ia berharap amanah barunya di PKS dapat menjadi jembatan untuk memperkuat sinergi antara partai dan pembangunan daerah. Baginya, PKS harus hadir bukan hanya sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam memperjuangkan kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Solok.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika politik yang sarat ambisi, masih ada sosok yang tidak mengejar jabatan. Namun, ketika tanggung jawab itu datang, ia menerimanya dengan ketundukan seorang kader: Sami’na wa Atho’na. Di Kabupaten Solok, nama itu adalah H. Candra. (nola)











Komentar