DPRD Kabupaten Solok Pastikan Pengungsi Tercukupi di Tengah Bencana Alam

News153 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS – Gelombang banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah nagari di Kabupaten Solok dalam beberapa hari terakhir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengguncang kehidupan ribuan warga. Situasi darurat ini mendorong DPRD Kabupaten Solok untuk menyampaikan empati sekaligus memastikan langkah penanganan berjalan secara terpadu.

Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, menyatakan bahwa duka dan tekanan akibat bencana tersebut harus dihadapi sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen daerah.

“Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Solok, kami menyampaikan rasa duka dan empati yang mendalam. Mari kita lewati situasi ini bersama-sama. Tidak ada yang berdiri sendiri. Ini saatnya saling menguatkan,” ujarnya.

Dalam peninjauan langsung ke lokasi bencana dan posko pengungsian, Ivoni menilai koordinasi lintas sektor sudah berjalan baik meski kondisi di lapangan penuh tantangan. Ia memberikan apresiasi kepada OPD, relawan, nagari, TNI–Polri, dan warga yang bekerja tanpa henti untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Dari hasil pemantauan bersama kepala daerah, tercatat 521 KK atau 2.043 jiwa mengungsi di Muaro Pingai, sementara 128 jiwa lainnya berada di SD 11 Paninggahan. Kedua lokasi tersebut menjadi pusat perlindungan sementara bagi warga dari zona rawan banjir dan longsor.

“Secara umum, kebutuhan makan dan minum untuk warga pengungsi Alhamdulillah mencukupi. Semoga tetap tersedia sampai kondisi sepenuhnya aman hingga masa tanggap darurat selesai nantinya, dan seluruh posko dapat kita tutup,” ucapnya.

Perhatian besar DPRD juga tertuju pada kesiapsiagaan tenaga kesehatan. Cuaca ekstrem meningkatkan risiko penyakit, sehingga ketersediaan nakes menjadi kebutuhan mendesak. Setelah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Zulhendri, DPRD memastikan seluruh posko akan dijaga tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan cepat bagi warga.

“ Nakes harus standby di posko. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan. Kami pastikan koordinasi berjalan agar setiap pengungsi mendapat layanan kesehatan yang layak,” tegas Ivoni.

Krisis air bersih turut menjadi sorotan karena banyak pipa dan jaringan air warga rusak akibat banjir dan longsor. DPRD menilai persoalan ini harus segera ditangani agar tidak memicu masalah kesehatan lanjutan, baik di posko maupun wilayah terdampak.

“Banyak pipa air bersih yang terputus karena banjir dan longsor. Ini risiko besar. Kita berharap bersama Pemkab Solok, solusi cepat bisa ditemukan,” tuturnya.

Melalui kunjungan dan koordinasi intensif di berbagai titik bencana, DPRD Kabupaten Solok menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi membangun solidaritas antara pemerintah dan masyarakat. DPRD juga mengajak warga tetap waspada, patuh pada imbauan, dan saling membantu hingga kondisi kembali stabil.

“Bencana ini menguji kita. Tapi kebersamaan selalu membuat Solok kuat. Mari terus bergotong-royong sampai semuanya kembali aman,” tutup Ivoni Munir. (E_J)

Komentar