Dari Matras Gulat ke Seragam Perwira, Gilang Ilhaza Dilantik Letda

Olahraga134 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Perjalanan panjang seorang atlet menuju pengabdian negara berbuah pengakuan resmi. Pegulat andalan Sumatera Barat dan Indonesia, Gilang Ilhaza, dilantik sebagai Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) TNI AD melalui jalur Perwira Prajurit Karier (PaPK) khusus atlet berprestasi.

Pelantikan berlangsung di Mabes TNI Jakarta, Kamis (12/3/2026), dan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Agus Subiyanto. Pada kesempatan yang sama, dilantik pula 624 perwira PaPK reguler dan 172 perwira PaPK jalur khusus.

Selain Gilang, penerimaan melalui jalur khusus juga diikuti tiga atlet gulat, empat atlet hoki, satu atlet muaythai, dan satu atlet bola voli.

Momentum tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tangguh, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa melalui olahraga maupun kemiliteran.

Bagi Gilang, pelantikan itu menjadi penanda perjalanan panjang dari latihan keras yang ia jalani sejak muda. Atlet kelahiran Sulit Air, 13 Januari 1998 itu dikenal sebagai pegulat yang ditempa disiplin, ketahanan mental, dan pengorbanan.

Ia menilai nilai-nilai yang dibangun dalam dunia olahraga sangat dekat dengan kehidupan militer.

“Latihan gulat itu mengajarkan disiplin yang sangat kuat. Kita harus tepat waktu, konsisten berlatih, menjaga kondisi tubuh, dan tidak mudah menyerah,” kata Gilang.

Menurutnya, pengalaman sebagai atlet membuatnya relatif siap menghadapi tuntutan dunia militer yang juga menekankan keteguhan dan tanggung jawab.

“Bagi saya, disiplin atlet sebenarnya tidak jauh berbeda dengan disiplin militer. Sama-sama menuntut keteguhan, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi tekanan,” ujar peraih medali perak SEA Games 2025 Thailand itu.

Perjalanan menuju prestasi tersebut tidak lepas dari tantangan berat dalam latihan maupun pertandingan. Dalam olahraga gulat, benturan, bantingan, hingga cedera menjadi risiko yang harus dihadapi setiap atlet.

“Capek, kena banting, terbentur, bahkan cedera itu sudah biasa. Kadang setiap latihan kita harus menahan sakitnya cedera,” kata Gilang.

Selain tantangan fisik, tekanan mental juga kerap muncul dalam perjalanan seorang atlet.

“Kadang kita latihan sendiri saat orang lain masih tidur. Ketika gagal, ada yang merendahkan. Kata-kata seperti itu kadang menyakitkan, tapi justru itu yang membuat kita semakin kuat,” ujarnya.

Dalam pelantikan tersebut, Panglima TNI juga menekankan bahwa para perwira baru harus memiliki integritas, loyalitas, serta disiplin tinggi sebagai prajurit.

Seorang perwira, menurutnya, tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan intelektual, tetapi juga karakter kepemimpinan, semangat pengabdian, serta kesiapan menjaga kedaulatan negara.

Kehadiran atlet berprestasi di tubuh TNI dinilai membawa energi baru karena mereka telah terbiasa dengan disiplin, kerja keras, dan mental kompetitif.

Kesempatan menjadi perwira melalui jalur khusus atlet berprestasi juga menjadi bentuk penghargaan negara terhadap dedikasi para atlet.

Menurut Gilang, kebijakan tersebut membuka harapan bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk terus mengejar prestasi.

“Saya berharap atlet-atlet lain terus berlatih dengan lebih giat dan meningkatkan kualitas latihan. Kalau kita bisa berprestasi minimal di SEA Games, negara pasti melihat. Salah satunya seperti yang dilakukan TNI dengan merekrut atlet berprestasi menjadi anggota TNI,” katanya.

Meski kini resmi menyandang pangkat Letnan Dua, Gilang menegaskan dirinya tidak akan meninggalkan dunia gulat. Alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang itu bertekad tetap menjaga kondisi fisik dan meningkatkan kemampuan sebagai atlet.

“Setelah ini saya akan tetap berlatih menjaga kondisi fisik dan mengevaluasi apa saja kekurangan saya sebagai pegulat,” ujarnya. (rn/*/pzv)

Komentar