Dharmasraya, RANAHNEWS.com – Harapan masyarakat Nagari Lubuk Besar dan Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, untuk menikmati akses jalan yang layak akhirnya mulai terwujud setelah Jalan Bukit Hujan yang selama sekitar 20 tahun menjadi kendala mobilitas mulai dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan PT TKA melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Pembangunan dilakukan pada ruas sepanjang 1.769 meter dengan penanganan enam titik prioritas. Pekerjaan diawali dengan pembentukan badan jalan, memperlebar ruas, serta mengurangi kemiringan tanjakan yang selama ini menjadi hambatan utama bagi kendaraan. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan dengan pengerasan dan rigid beton pada tiga titik tanjakan paling ekstrem.
Selama bertahun-tahun, Jalan Bukit Hujan menjadi momok bagi warga. Ketika hujan turun, jalan tanah dengan dua tanjakan curam berubah menjadi lintasan berlumpur yang sulit dilalui. Banyak kendaraan gagal menanjak sehingga masyarakat terpaksa memutar melalui jalan milik perusahaan dengan waktu tempuh mencapai satu setengah jam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, mengatakan pembangunan tersebut merupakan hasil sinergi yang dibangun Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dengan PT TKA di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Menurutnya, sejak awal memimpin daerah, Bupati Annisa menyadari kondisi anggaran pemerintah daerah masih terbatas akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) dan belum optimalnya pendapatan daerah, sementara kebutuhan pembangunan masyarakat terus meningkat.
“Karena itu, Bupati tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk berhenti membangun. Berbagai potensi daerah dioptimalkan sesuai ketentuan, termasuk membangun sinergi dengan perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Kolaborasi dengan PT TKA dalam pembangunan Jalan Bukit Hujan menjadi bukti bahwa kerja sama pemerintah dan dunia usaha mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Medison.
General Affair PT TKA, Syaiful R., membenarkan bahwa pembangunan Jalan Bukit Hujan lahir dari komunikasi intensif antara perusahaan dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.
“Ibu Bupati Annisa mengundang kami. Beliau menjalin komunikasi yang sangat intens dengan kami untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di nagari-nagari sekitar kebun perusahaan. Kami juga melihat pembangunan ini menjadi bentuk kontribusi perusahaan kepada masyarakat sekitar,” katanya, Jumat (26/6/2026).
Ia menambahkan, pembangunan tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi mendukung operasional perusahaan.
“Selain bermanfaat bagi masyarakat, jalan ini juga akan memberikan manfaat bagi perusahaan. Ke depan bukan tidak mungkin truk pengangkut CPO juga dapat memanfaatkan akses ini,” ujarnya.
Syaiful mengatakan manfaat pembangunan sudah mulai dirasakan meski pekerjaan belum rampung.
“Baru beberapa hari diperbaiki, masyarakat sudah banyak yang menggunakan jalan ini,” katanya.
Wali Nagari Lubuk Besar, Burhanuddin, menyebut dimulainya pembangunan Jalan Bukit Hujan menjadi jawaban atas penantian masyarakat selama kurang lebih dua dekade.
“Alhamdulillah, baru pada masa kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani pembangunan ini akhirnya bisa diwujudkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati dan PT TKA yang telah menjawab harapan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Burhanuddin, manfaat pembangunan bukan sekadar menghadirkan jalan yang lebih baik, tetapi juga mempercepat akses pelayanan kesehatan. Waktu tempuh menuju Puskesmas Sungai Limau yang sebelumnya sekitar satu setengah jam melalui jalan alternatif diperkirakan menjadi sekitar 30 menit.
Kondisi tersebut dinilai sangat penting ketika masyarakat membutuhkan penanganan darurat, seperti pasien yang harus segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD), ibu hamil yang akan melahirkan, korban kecelakaan, maupun pasien dalam kondisi kritis.
Selain meningkatkan akses kesehatan, Burhanuddin berharap pembangunan jalan tersebut mendorong lebih banyak pelajar dari Lubuk Besar melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Asam Jujuhan di Alahan Nan Tigo maupun SMPN 1 Asam Jujuhan di Sungai Limau, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya transportasi, menggerakkan perekonomian, serta memudahkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Ia juga mengenang kondisi Jalan Bukit Hujan beberapa tahun lalu ketika rombongan Tim Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terpaksa bermalam di Lubuk Besar karena hujan membuat jalan berubah menjadi kubangan lumpur sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Harapan serupa disampaikan Wali Nagari Alahan Nan Tigo, Ismet Suhendro. Menurutnya, pembangunan Jalan Bukit Hujan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan sosial dua nagari yang selama ini memiliki hubungan kekerabatan yang erat.
Ia menilai akses yang semakin baik juga akan memudahkan warga mengelola kebun dan mengangkut hasil pertanian sehingga aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih efisien.
Bagi masyarakat Lubuk Besar dan Alahan Nan Tigo, pembangunan Jalan Bukit Hujan bukan sekadar pembangunan ruas sepanjang 1,769 kilometer, melainkan akses yang membuka pelayanan kesehatan lebih cepat, pendidikan yang lebih mudah dijangkau, serta pergerakan ekonomi yang lebih lancar setelah penantian selama sekitar 20 tahun. (rn/*/pzv)










Komentar