Biro PKS Gelar Pertemuan Perdana, Bahas Penguatan Peran Istri Kepala Daerah

Parlemen279 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS — Upaya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah menjadi sorotan utama dalam pertemuan perdana yang digelar Biro Pembinaan Keluarga Kepala Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Melalui Zoom Meeting bertema “Istri Kada-Wakada Mengoptimalkan Peran Ispimda”, kegiatan ini mempertemukan para istri kepala daerah dan wakil kepala daerah PKS dari seluruh Indonesia sebagai wadah silaturahmi dan konsolidasi peran strategis perempuan di lingkar kepemimpinan daerah.

Ketua Biro Pembinaan Keluarga Kepala Daerah PKS, Hj. Nevi Zuairina, menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan langkah konkret memperkuat kontribusi istri kepala daerah dalam membangun bangsa dari basis keluarga.

“Istri kepala daerah memiliki tanggung jawab moral yang besar, bukan hanya mendampingi, tetapi juga menjaga nilai dan etika dalam kepemimpinan. Pembangunan yang sejati tidak hanya berbicara tentang kebijakan dan angka, tetapi juga tentang keberpihakan kepada manusia,” ujar Nevi.

Anggota DPR RI Komisi VI itu menjelaskan, PKS memandang keluarga sebagai pondasi utama pembangunan nasional. Keluarga yang kuat, katanya, akan melahirkan masyarakat tangguh dan menjadi pilar keberlanjutan pembangunan. Dalam konteks itu, Ispimda (Ikatan Istri Kepala dan Wakil Kepala Daerah PKS) berperan strategis sebagai penggerak ketahanan keluarga, inspirator gerakan sosial, dan penjaga integritas moral para pemimpin daerah.

“Optimalisasi peran Ispimda penting agar pembangunan tidak kehilangan sentuhan kemanusiaan. Melalui perempuan, nilai-nilai moral dapat dijaga dan kebijakan publik bisa tetap berpihak kepada rakyat,” lanjut politisi asal Sumatera Barat itu.

Biro Pembinaan Keluarga Kepala Daerah PKS, menurut Nevi, juga tengah menyiapkan berbagai program penguatan kapasitas perempuan, mulai dari pelatihan kepemimpinan, forum kebijakan publik, hingga pendampingan spiritual dan psikologis bagi istri kepala daerah. Program-program ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran dan pembinaan yang berkesinambungan bagi kader perempuan di tingkat daerah.

Nevi mengajak seluruh peserta menjadikan pertemuan daring tersebut sebagai gerakan nyata untuk menghidupkan peran Ispimda di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa peran perempuan dalam politik dan pemerintahan tidak bisa dianggap sekadar pelengkap.

“Kita bukan sekadar mendampingi jabatan suami, tetapi turut menentukan arah keluarga dan masyarakat. Dengan nilai keadilan dan semangat kebersamaan, mari kita wujudkan Indonesia yang berkeadilan dan berkeadaban,” tutup Nevi Zuairina. (rn/*/pzv)

Komentar