Bedah Buku Mitigasi Kultural Soroti Peran Kearifan Lokal Hadapi Bencana

Pendidikan96 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Penguatan literasi kebencanaan berbasis kearifan lokal menjadi fokus dalam kegiatan bedah buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat yang digelar di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Padang, Selasa (10/3/2026). Diskusi ini menghadirkan Wali Kota Padang, Fadly Amran, sebagai salah satu narasumber.

Buku setebal 272 halaman tersebut ditulis oleh Yose Hendra, alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand). Karya itu mengkaji berbagai praktik pengetahuan lokal masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi ancaman bencana.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi terhadap karya literasi yang mengangkat perspektif budaya dalam kebencanaan. Ia menilai pendekatan kultural memiliki peran penting dalam strategi mitigasi bencana, terutama di daerah yang memiliki tradisi dan nilai adat kuat seperti Sumatera Barat.

“Buku ini menjadi referensi penting untuk memperkuat literasi kebencanaan, sekaligus menghidupkan kembali peran budaya sebagai fondasi ketangguhan masyarakat. Mitigasi bencana tidak hanya soal teknologi, tetapi juga memerlukan kekuatan budaya dan nilai-nilai lokal dalam membangun ketahanan masyarakat,” ujar Fadly Amran dalam kegiatan yang diinisiasi Ikatan Kekerabatan Antropologi Universitas Andalas (IKA UA).

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mendukung tumbuhnya karya literasi, khususnya dari para penulis lokal.

“Kami akan terus mendorong dan mendukung para penulis melalui berbagai program di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Kegiatan literasi seperti ini perlu digalakkan untuk menumbuhkan semangat menulis sekaligus memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat,” ujarnya.

Ketua IKA FISIP Unand, Yefri Heriani, menyebut kegiatan bedah buku tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana berbasis kearifan lokal.

“Gaya penulisan buku ini sangat antropologis, sehingga layak untuk dibedah dan didiskusikan. Buku ini juga menunjukkan bahwa pengetahuan lokal merupakan bagian penting dalam mitigasi bencana di Sumatera Barat yang dikenal sebagai etalase bencana,” katanya.

Penulis buku, Yose Hendra, menjelaskan bahwa karya tersebut merupakan hasil kajian di sejumlah daerah di Sumatera Barat yang memiliki tradisi dan nilai adat dalam menghadapi bencana.

“Buku ini menunjukkan bahwa pesan mitigasi dapat disampaikan melalui tradisi, nilai adat, hingga kesenian. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai jenis bencana,” terangnya.

Kegiatan bedah buku itu diikuti akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, serta berbagai unsur masyarakat yang antusias mendiskusikan gagasan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. (rn/*/pzv)

Komentar