Banjir dan Sawit Tua Dikeluhkan Warga Kinali Pasbar

Parlemen104 Dilihat

Pasaman Barat, RANAHNEWS.com – Persoalan banjir di kawasan perkebunan hingga kebutuhan replanting sawit mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, SH, di Jorong Tirtorahayu Koto Gadang, Nagari Koja, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (5/2/2026).

Reses tersebut menjadi forum penyampaian aspirasi masyarakat yang dihadiri Pj Wali Nagari Koja Sapudin, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang menyampaikan langsung permasalahan di wilayah mereka.

Warga mengeluhkan banjir yang kerap terjadi di area perkebunan sawit saat curah hujan tinggi. Kondisi itu dipicu pendangkalan dan penyempitan bandar serta sungai yang berada di kawasan perkebunan.

Masyarakat berharap adanya normalisasi sungai dengan panjang alur diperkirakan mencapai 7 hingga 10 kilometer. Selain merendam lahan perkebunan, banjir juga berdampak pada kawasan tanah gambut yang setiap hujan deras kembali tergenang akibat dangkalnya sungai.

“Normalisasi sungai ini sangat penting karena selain untuk perkebunan, jalur tersebut juga merupakan akses jalan utama masyarakat Koja,” ujar salah seorang warga.

Selain persoalan banjir dan infrastruktur, warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun mengharapkan adanya penyuluhan pertanian. Mereka berharap mendapatkan pendampingan mengenai teknik bertani yang baik agar hasil panen meningkat dan mampu menunjang perekonomian keluarga.

Aspirasi lainnya terkait kondisi perkebunan sawit milik warga yang rata-rata telah berusia sekitar 27 tahun sehingga produktivitas terus menurun. Masyarakat berharap adanya program replanting sawit, termasuk kejelasan mekanisme pendaftaran serta dukungan pembiayaan yang dinilai masih memberatkan petani.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ali Muda menyatakan seluruh masukan masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan melalui DPRD Provinsi Sumatera Barat serta dikoordinasikan dengan instansi terkait.

“Semua aspirasi ini akan kami catat dan perjuangkan, terutama yang menyangkut kepentingan dasar masyarakat seperti infrastruktur, pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani,” tegas Ali Muda. (rn/*/pzv)

Komentar