Krisis Gas di Kepri Ancam Industri, Nevi Zuairina Desak Solusi Konkret

News353 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS – Kepri kini menghadapi ancaman serius yang bisa mengguncang perekonomian regional. Pasokan gas yang kian menipis membuat harga listrik melonjak, mengancam keberlangsungan industri di provinsi ini. Anggota Komisi XII DPR RI, Hj. Nevi Zuairina, mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan agar Kepri tidak kehilangan daya saingnya sebagai kawasan industri strategis.

Saat melakukan kunjungan spesifik ke Kepri pada 21 Maret 2025, Nevi menemukan fakta mencengangkan: harga gas untuk pembangkit listrik terus naik akibat defisit pasokan sekitar 53 BBTUD. Dengan kondisi ini, pembangkit listrik terpaksa menggunakan campuran gas pipa dan LNG, yang membuat harga melonjak hingga USD 10–11 per MMBTU.

Dampaknya tidak main-main. Kenaikan harga listrik bisa mendorong relokasi industri ke luar negeri, terutama ke Johor, Malaysia, yang menawarkan tarif listrik lebih kompetitif. Dengan lebih dari 700 perusahaan di 30 kawasan industri, Batam menjadi pusat manufaktur yang vital. Jika krisis ini tidak segera ditangani, bukan hanya ekonomi Kepri yang terancam, tetapi juga stabilitas industri nasional.

Nevi Zuairina mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa hanya berpangku tangan. Ia mendukung langkah Komisi XII DPR RI untuk memanggil Dirjen Migas, PGN, Pertamina, dan PLN dalam rapat panja migas guna mencari solusi konkret. Salah satu opsi yang perlu dikaji adalah pembangunan infrastruktur pipa gas dari Blok Natuna ke Pulau Pemping untuk memperkuat pasokan jangka panjang. Selain itu, ia menilai evaluasi kebijakan harga LNG dan opsi impor gas juga harus dipertimbangkan agar industri tetap kompetitif.

“Kepri adalah pintu gerbang industri nasional. Jika pasokan energi tidak stabil, investor akan ragu. Kita tidak boleh membiarkan industri hengkang hanya karena ketidakpastian kebijakan energi,” tegas Nevi.

Krisis ini bukan hanya soal pasokan gas, tetapi juga tentang kedaulatan energi dan masa depan industri nasional. Pemerintah harus bertindak sekarang sebelum Kepri kehilangan daya tariknya sebagai pusat investasi strategis. (rn/*/pzv)

Komentar