Padang, RANAHNEWS.com — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan pembangunan dan revitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mulai 2026 dengan anggaran mencapai Rp120 triliun. Rencana itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri Presentasi Progress Interferon Gamma Release Assay (IGRA) di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).
Selain revitalisasi RSUD, Kementerian Kesehatan menargetkan renovasi 10.000 puskesmas di 7.285 kecamatan mulai 2027 serta pembangunan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di 514 kabupaten/kota yang ditargetkan selesai paling lambat 2030.
Benjamin mengatakan penguatan fasilitas kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tengah mendorong pembangunan dan revitalisasi fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah.
“Dibawah arahan bapak Presiden Prabowo, Kementerian Kesehatan tengah mendorong penguatan fasilitas pelayanan kesehatan melalui berbagai program pembangunan dan revitalisasi yang ada di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, RSUP Dr. M. Djamil Padang juga mendapat dukungan fasilitas berupa sumur bor dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang. Sumur bor tersebut memiliki kedalaman 124 meter dan ditujukan untuk penanganan darurat pascabencana sekaligus penguatan layanan dasar, khususnya penyediaan air bersih bagi fasilitas kesehatan rujukan regional.
Agenda tersebut dihadiri Wali Kota Pariaman Yota Balad, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade, Plt Kepala BWS Sumatera V Padang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Reski Wahyudi, serta Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.
Yota Balad menyatakan dukungannya terhadap penguatan fasilitas dan prasarana rumah sakit rujukan di Sumatera Barat, termasuk fasilitas kesehatan yang mendukung pelayanan bagi masyarakat Kota Pariaman.
“Kami di daerah sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi, apalagi dengan semakin dilengkapinya fasilitas dan prasarana pendukung di Rumah Sakit rujukan Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, termasuk Kota Pariaman,” ujar Yota.
Kehadiran Wamenkes dalam kegiatan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan Progress Interferon Gamma Release Assay (IGRA) yang dikembangkan Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA), dan Farmasi dan Terapi (FT) RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc.
Yota berharap sinergi antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan pemerintah pusat melalui kementerian terus diperkuat untuk mendukung pembangunan, terutama dalam peningkatan pelayanan kesehatan.
“Semoga sinergi antara pemerintah daerah, Provinsi dan Pusat dalam hal ini Kementerian, dapat terus kita tingkatkan, sehingga berbagai pembangunan dapat kita wujudkan di daerah, apalagi dalam hal pelayanan kesehatan yang prima,” tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan Badan POM RI, PT Biofarma, dan PT Kimia Farma. Agenda dilanjutkan dengan serah terima sumur bor RSUP Dr. M. Djamil Padang oleh BWS Sumatera V Padang.
Acara ditutup dengan kejutan dari panitia untuk Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-63. Panitia menyiapkan kue ulang tahun dan lagu selamat ulang tahun yang dirayakan bersama. (rn/*/pzv)












Komentar