Pembangunan Jembatan Kalawi Masuki Tahap Teknis, Zigo Pastikan Berjalan

News18 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com – Pembangunan Jembatan Kalawi di Kelurahan Limau Manis, Kota Padang, semakin mendekati tahap konstruksi setelah seluruh tahapan teknis dan perencanaan dinyatakan rampung. Proyek senilai sekitar Rp25,4 miliar itu menjadi salah satu prioritas pemulihan infrastruktur pascabanjir di Sumatera Barat.

Kepastian tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, Zigo Rolanda, saat menggelar Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Sidang 2026/2027 di Kelurahan Limau Manis, Kota Padang, Rabu (5/8/2026). Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Padang, Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa, BPJN, BWS Sumatera V, anggota DPRD Kota Padang Fraksi Golkar, serta masyarakat Limau Manis.

Zigo menjelaskan, rencana pembangunan Jembatan Kalawi sebenarnya telah disusun sebelum banjir besar melanda Kota Padang pada November 2025. Namun, bencana tersebut mengharuskan desain jembatan dikaji ulang agar lebih aman menghadapi potensi banjir.

“Awalnya sudah ada rancangan pembangunan Jembatan Kalawi. Tetapi setelah banjir, desain harus ditinjau kembali. Salah satu perubahan penting adalah menaikkan elevasi jembatan sekitar dua meter agar lebih aman,” ujar Zigo.

Ia mengatakan jembatan baru akan memiliki bentang sepanjang 70 meter dengan konstruksi rangka baja kelas B dan lebar enam meter. Selain pembangunan jembatan, pemerintah juga menyiapkan normalisasi sungai, pengaman tebing, serta pembebasan lahan seluas 448 meter persegi.

Menurut Zigo, seluruh tahapan perencanaan mulai dari survei hingga kajian teknis telah selesai. Anggaran pembangunan juga telah masuk dalam pagu indikatif Kementerian Pekerjaan Umum.

“Biasanya sangat sulit sebuah proyek bisa masuk pada pagu indikatif awal. Alhamdulillah, Jembatan Kalawi sudah masuk. Tinggal pendalaman pembahasan anggaran. Kalau seluruh proses berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik bisa dimulai pada Februari dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 10 bulan,” katanya.

Zigo juga mengapresiasi masyarakat Limau Manis yang bersedia menghibahkan sebagian lahannya untuk mendukung pembangunan jembatan. Menurutnya, kontribusi tersebut patut mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota Padang.

Selain Jembatan Kalawi, Komisi V DPR RI juga mengawal penanganan banjir di Air Dingin, Batang Maransi, hingga Surau Gadang. Berdasarkan kajian Balai Wilayah Sungai (BWS), volume sedimentasi yang harus dikeruk mencapai lebih dari 2 juta meter kubik sehingga penanganannya dilakukan secara bertahap dari bagian hulu.

“Ini merupakan hasil kajian teknis para ahli. Penanganan dimulai dari hulu agar material tidak terus terbawa ke hilir dan pekerjaan menjadi lebih efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan rehabilitasi Daerah Irigasi Gunung Nago dan Daerah Irigasi Koto Tuo dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus. Sementara pembangunan Jembatan Surau Gadang akan diawali dengan pengendalian banjir agar infrastruktur yang dibangun lebih aman.

Menutup kegiatan tersebut, Zigo menegaskan pemerintah bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Komisi V DPR RI telah menetapkan anggaran sekitar Rp17,8 triliun untuk penanganan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat hingga 2029.

“Kami memohon dukungan masyarakat agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar. Infrastruktur yang dibangun ini bukan hanya untuk memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga agar lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan,” tutup Zigo. (rn/*/pzv)

Komentar