Padang, RANAHNEWS.com — DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Padang menggelar Sekolah Kader Perubahan (SKP) selama empat hari, 22–25 September 2026, sebagai bagian dari pendidikan dan kaderisasi politik bagi calon kader dari seluruh daerah pemilihan (Dapil) di Kota Padang.
Ketua DPC PKB Kota Padang Yusri Latif, S.H.I., didampingi Sekretaris Zalmadi, S.Hum., mengatakan SKP diarahkan untuk membentuk kader muda yang memahami politik, memiliki integritas, serta mampu mengembangkan gagasan perubahan.
Program SKP merupakan salah satu jenjang dalam sistem kaderisasi PKB. Dalam dokumen sistem kaderisasi partai, SKP diperuntukkan bagi masyarakat dan anggota partai nonstruktural untuk memperluas basis konstituen PKB.
“Langkah ini menjadi bagian dari program nasional PKB dalam rangka mencetak generasi muda partai yang tangguh, melek politik, militan, berintegritas dan berideologi kebangkitan bangsa, serta memiliki visi politik perubahan berbasis ide dan gagasan,” terang Latif.
Menurut Latif, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kaderisasi berjenjang yang menjadi fokus PKB dalam membangun kekuatan politik berbasis nilai.
Zalmadi mengatakan pendidikan kader loyalis tersebut diarahkan untuk melahirkan kader yang memahami arah perjuangan PKB dan mampu menjadi instruktur serta penggerak di tengah masyarakat.
“Kami ingin melahirkan kader muda yang paham arah perjuangan PKB. Mereka bukan sekadar pengikut, tetapi menjadi instruktur dan penggerak yang menularkan semangat kebangkitan bangsa di setiap lini masyarakat,” imbuh Zalmadi.
Ia menyebut SKP sebagai bagian dari upaya membangun kultur politik berbasis nilai dan kesadaran ideologis. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat loyalitas dan kesadaran perubahan di kalangan kader.
“Jadi, PKB tidak hanya mempersiapkan strategi kemenangan pada Pemilu 2029, tetapi juga memastikan proses regenerasi politik berjalan secara berkelanjutan,” pungkas Zalmadi.
Zalmadi menambahkan, kader muda perlu dipersiapkan menghadapi medan politik yang semakin kompleks, termasuk memahami politik nilai, strategi komunikasi publik, serta perubahan perilaku pemilih di era digital.
Program SKP tersebut menyasar masyarakat berusia 18 hingga 35 tahun. Menurut Zalmadi, kelompok usia tersebut merupakan pemilih produktif yang menjadi bagian dari politik masa depan Indonesia, khususnya di Kota Padang.
“Intinya, PKB berkomitmen menumbuhkan kesadaran politik sejak dini. Anak muda harus tampil sebagai pelaku, pejuang dan calon pemimpin di semua level,” ungkapnya.
Sekretaris Dewan Syura DPC PKB Kota Padang Ryan Syair mengatakan pendidikan kader loyalis tidak hanya ditujukan untuk mencetak kader, tetapi juga membangun pejuang ideologis yang siap menggerakkan perubahan sosial dan politik di masyarakat.
“Kami tidak sedang mencetak pengikut, tetapi mencetak pejuang. Inilah semangat perjuangan PKB yang terus kami tanamkan di setiap kader muda,” tegas Ryan.
Menurut Ryan, gerakan kaderisasi tersebut menjadi bagian dari strategi politik PKB yang terstruktur. Dari Kota Padang, kaderisasi itu diarahkan untuk menyiapkan kader muda yang berkarakter, loyal, dan berdaya saing. (rn/*/pzv)












Komentar