Bawakan “Selamat Hari Profesi!”, Nan Tumpah Masuk Sekolah 2026 Sambangi Delapan Sekolah di Sumbar

Pendidikan23 Dilihat

Padang Pariaman, RANAHNEWS.com — Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) kembali menggulirkan program Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) pada 2026 dengan mengunjungi delapan sekolah menengah di Sumatera Barat. Selama rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli hingga 8 Agustus 2026, komunitas tersebut akan menghadirkan pertunjukan teater Selamat Hari Profesi! sekaligus pelatihan seni bagi para siswa.

Program yang telah berjalan sejak 2011 itu akan menyambangi SMAN 1 Batang Anai, SMAN 2 Batang Anai, MAN 1 Agam, MAN 4 Agam, SMAN 1 Danau Kembar, SMAN 1 Kubung, SMAN 1 Gunung Talang, dan SMAN 1 Lembang Jaya. Enam sekolah dipilih melalui proses seleksi, sedangkan dua lainnya diundang karena berada di sekitar sekretariat KSNT di Korong Kasai.

Ketua Komunitas Seni Nan Tumpah, Mahatma Muhammad, mengatakan program tersebut lahir dari kesadaran bahwa ruang belajar seni di sekolah masih terbatas. Karena itu, NTMS tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga mendorong lahirnya ruang berekspresi bagi para pelajar.

“Sudah lima belas tahun kami masuk ke sekolah-sekolah. Yang kami bawa selalu sama: satu pertunjukan, pelatihan, dan satu pertanyaan. Pertanyaannya berbeda-beda tergantung tahun pelaksanaannya. Tapi intinya sama, cerita apa yang ada di kepala anak-anak sekolah menengah dan apa yang menghalangi mereka untuk mengeluarkannya. Kami bukan guru kesenian. Kami datang, main, melatih, lalu pulang. Yang kami harapkan, setelah kami pulang, ada yang tidak ikut pulang,” ujar Mahatma.

Selama kunjungan, KSNT akan menampilkan pertunjukan teater musikal Selamat Hari Profesi! yang naskahnya ditulis Karta Kusumah dengan sutradara Desi Fitriana dan Desvy Sagita, serta penata musik Tenku Raja Ganesha. Para pemeran terdiri atas Cadhla Tri Gunawan, Nadya Sri Novita, M. Fakkur Riski, Daffa Al Zikra, Diah Anggina, dan Hilda Ismia, yang sebagian besar merupakan remaja dari kelas kolektif seni Kelana Akhir Pekan.

Pertunjukan tersebut didukung tim produksi yang terdiri atas Rahmila Wahdera, Olimsyaf Putra Asmara, Erik Ade Pratama, dan David Agustian. Setelah penampilan KSNT, para siswa dari masing-masing sekolah juga akan menampilkan karya seni mereka.

Manajer Program KSNT, Fajry Chaniago, mengatakan sesi pelatihan menjadi bagian penting dalam setiap kunjungan. Menurutnya, siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi langsung dilibatkan dalam proses berkarya.

“Kami sengaja bikin materinya lengkap, dari menulis sampai olah tubuh sampai musik, karena kami tidak pernah tahu dari sisi mana siswa bakal tertarik. Ada yang ternyata jago menulis, ada yang justru lebih pede olah tubuh daripada bicara di depan kelas. Makanya semua pintu kami buka,” kata Fajry.

Pelatihan yang diberikan meliputi dasar-dasar penulisan lakon dan cerita, penciptaan musikalisasi puisi, dasar-dasar pemeranan, dasar-dasar koreografi, hingga pengantar penyutradaraan.

Menurut KSNT, program Nan Tumpah Masuk Sekolah merupakan bentuk komitmen memperluas ekosistem seni yang dibangun komunitas tersebut melalui jejaring dengan sekolah-sekolah di Sumatera Barat. Tahun ini, pelaksanaannya mendapat dukungan program fasilitasi bagi komunitas sastra dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sejak pertama kali digelar pada 2011, NTMS telah mengunjungi lebih dari 40 sekolah di Sumatera Barat, mulai dari Padang hingga Kepulauan Mentawai, serta dari Pasaman Barat hingga Sijunjung. (rn/*/pzv)

Komentar