Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kabupaten Solok membekali generasi muda dengan kemampuan memproduksi konten digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Video Konten Literasi Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Aula Dispersip Kabupaten Solok, Koto Baru, Selasa (30/6/2026), itu menghadirkan penggiat media sosial berbasis AI, Supri Ardi, S.Kom., M.I.Kom., dan konten kreator Uda Rio sebagai narasumber.
Bimtek tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan masyarakat umum dan pelajar SMA/sederajat berusia 17 hingga 35 tahun. Turut hadir Kepala Dispersip Kabupaten Solok Eko Gunanto, A.Pd., Sekretaris Dispersip, Kepala Bidang Pustaka Lili Guswanti, S.H., serta panitia pelaksana.
Ketua Panitia Lili Guswanti menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program yang telah dialokasikan melalui DPA Dispersip Kabupaten Solok Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, bimtek diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda dalam menghasilkan konten digital yang edukatif, kreatif, sekaligus menjadi media penyebaran budaya literasi.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang. Kami berharap melalui bimtek ini lahir generasi muda yang mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang edukasi dan literasi, bukan sekadar hiburan,” ujar Lili.
Kepala Dispersip Kabupaten Solok Eko Gunanto mengatakan, perkembangan teknologi menuntut perpustakaan terus bertransformasi agar tetap relevan sebagai pusat pembelajaran dan literasi masyarakat.
Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya identik dengan tempat membaca buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat literasi, kreativitas, inovasi, dan pembelajaran yang mampu menjawab tantangan era digital.
“Perpustakaan bukan lagi hanya tempat membaca buku. Hari ini perpustakaan menjadi pusat literasi, pusat belajar, pusat kreativitas, dan pusat lahirnya inovasi. Apalagi kita sudah memasuki era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Generasi muda harus siap menghadapi perubahan ini,” kata Eko.
Ia menambahkan, tema “Perpustakaan Pengembangan Budaya Baca dan Literasi untuk Masa Depan Generasi Kabupaten Solok” dipilih sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan bangsa harus diimbangi dengan peningkatan kualitas literasi masyarakat.
Dalam sesi materi, Supri Ardi mengajak peserta memandang perpustakaan sebagai ruang yang mampu melahirkan kreativitas dan inovasi, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
“Perpustakaan bukan lagi tempat menyimpan buku, tetapi tempat membangun masa depan. Kalau anak muda hari ini berada di media sosial, maka perpustakaan juga harus hadir di media sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, hingga industri konten digital. Karena itu, generasi muda Kabupaten Solok didorong menjadi pengguna teknologi yang aktif, bukan hanya mengikuti perkembangannya.
Dalam sesi praktik, peserta dikenalkan pada pemanfaatan AI untuk menyusun ide konten, menulis naskah, membuat caption, merancang desain visual, hingga menyusun strategi distribusi konten di berbagai platform media sosial.
“Yang akan tertinggal bukan orang yang tidak memiliki AI, tetapi orang yang tidak mau belajar menggunakan AI,” tegas Supri.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika digital agar kreativitas yang dibangun tetap berlandaskan integritas dan mampu menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Uda Rio membagikan pengalaman sebagai konten kreator yang telah berkarya sejak 2016. Ia menekankan pentingnya konsistensi, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar mengikuti perubahan algoritma serta tren digital.
“Jangan cepat menyerah hanya karena kontennya belum ramai. Konsisten adalah kunci utama. Terus belajar, terus berkarya, dan nikmati prosesnya. Hasil akan mengikuti,” pesannya.
Materi yang disampaikan mendapat sambutan antusias dari peserta. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari teknik membuat video menarik, membangun personal branding, memanfaatkan AI dalam produksi konten, hingga peluang memperoleh penghasilan melalui platform digital.
Pelaksanaan Bimtek Video Konten Literasi Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya Dispersip Kabupaten Solok beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Melalui kegiatan tersebut, perpustakaan diharapkan semakin berperan sebagai pusat inovasi, kreativitas, dan pembelajaran sepanjang hayat dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era digital serta menyongsong Indonesia Emas 2045. (rn/*/pzv)










Komentar