Supri Ardi Jadi Pembicara Literasi Politik Tokoh Pasaman dan Pasbar

News2 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Barat menghadirkan penggiat media sosial berbasis Artificial Intelligence (AI), Supri Ardi, S.Kom., M.I.Kom., sebagai pembicara dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Tokoh Masyarakat Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat di Rocky Hotel Padang, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut menitikberatkan pada pentingnya literasi politik dan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan media sosial.

Kegiatan diikuti unsur ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Hadir pula Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Muzli M. Nur, S.Pd., Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat Mursalim, AP., M.Si., Guru Besar Ilmu Politik Universitas Andalas Prof. Dr. Asrinaldi, M.Si., serta praktisi dan motivator nasional Muhammad Ilham Akbar, S.Psi., C.H., C.Ht.

Dalam pemaparannya, Supri Ardi menyampaikan bahwa pendidikan politik saat ini tidak lagi cukup membahas hak dan kewajiban warga negara, pemilu, maupun tata kelola pemerintahan. Menurutnya, masyarakat juga harus memiliki kemampuan memilah informasi, memahami cara kerja media sosial, serta mengenali berbagai bentuk manipulasi digital yang berkembang seiring kemajuan teknologi.

Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan membawa manfaat besar di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, ekonomi, dan pelayanan publik. Namun, teknologi tersebut juga berpotensi disalahgunakan untuk membuat informasi palsu, manipulasi gambar, video, maupun suara yang menyerupai kondisi sebenarnya sehingga dapat memicu konflik sosial apabila tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai.

“Perbedaan pilihan adalah sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Namun, persaudaraan harus tetap menjadi prioritas. Politik boleh berbeda, tetapi hubungan kekeluargaan dan adat tidak boleh putus,” ujar Supri.

Menurutnya, nilai-nilai adat Minangkabau seperti musyawarah, mufakat, gotong royong, dan semangat badunsanak menjadi modal sosial yang kuat dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman pandangan politik dan derasnya arus informasi digital.

Supri juga menekankan pentingnya peran ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan bundo kanduang sebagai garda terdepan dalam membangun literasi digital di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi sumber informasi yang benar sekaligus membantu masyarakat menghadapi hoaks, ujaran kebencian, penipuan digital, dan berbagai bentuk manipulasi informasi.

Selain itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menghasilkan konten edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana efektif menyebarkan nilai-nilai pendidikan, budaya, kewirausahaan, pelayanan publik, dan kebangsaan apabila dimanfaatkan secara bijak.

Di akhir penyampaiannya, Supri Ardi mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, sebuah kehormatan bagi saya dapat berbagi dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Tokoh Masyarakat Minangkabau bersama para ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, dan tokoh masyarakat dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat,” katanya.

Ia menegaskan dirinya hadir bukan sebagai pihak yang paling mengetahui, melainkan sebagai generasi muda yang ingin belajar sekaligus berbagi pandangan mengenai pentingnya pendidikan politik, literasi digital, dan tantangan kecerdasan buatan di tengah perubahan zaman.

Supri juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat atas kepercayaan yang diberikan serta berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang cerdas, bijak, dan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur Minangkabau. (rn/*/pzv)

Komentar