Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Solok membentuk tim percepatan pembebasan lahan di kawasan Jembatan Kutianyie, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, menyusul kecelakaan tunggal yang dialami Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, beberapa waktu lalu.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya mempercepat penyelesaian persoalan pelebaran jalan nasional di lokasi yang selama ini dikenal rawan kecelakaan akibat tikungan tajam dan penyempitan badan jalan.
Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I mengatakan, pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah terkait untuk membantu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menyelesaikan persoalan di kawasan tersebut.
“Kita sudah mengadakan rapat koordinasi dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan masyarakat di lokasi itu. Ini bagian dari upaya membantu balai jalan nasional dalam percepatan penyelesaian persoalan yang ada,” ujar Candra, Rabu (20/05/2026).
Menurutnya, proses pembebasan lahan harus dilakukan sesuai tahapan dan mekanisme yang berlaku karena berkaitan dengan penggunaan keuangan negara.
Karena itu, tim yang dibentuk saat ini sedang melakukan kajian dan konsultasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menentukan nilai ganti lahan sesuai ketentuan.
“Tentu ada tahapan dan mekanisme yang harus dilalui. Ini menyangkut uang negara sehingga semuanya harus sesuai aturan. Tim sedang bekerja melakukan kajian dan konsultasi terkait harga yang sesuai regulasi,” katanya.
Candra menegaskan ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Balai Jalan Nasional karena berstatus jalan nasional. Namun, Pemerintah Kabupaten Solok tetap siap membantu percepatan penyelesaian persoalan demi keselamatan pengguna jalan.
“Atas nama kemanusiaan dan keselamatan pengguna jalan, kita siap membantu percepatan penyelesaian ini bersama pemerintah provinsi dan balai jalan nasional,” tegasnya.
Sebagai langkah sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok telah menurunkan tim teknis ke lokasi sejak Selasa (19/05/2026).
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Muhammad Djoni, mengatakan pihaknya memasang lampu penerangan jalan dan road barrier di sekitar tikungan serta area jembatan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
“Kami sudah mengerahkan tim teknis untuk pemasangan lampu jalan dan road barrier sebagai langkah cepat sementara agar titik tersebut lebih aman dilalui masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Dishub Kabupaten Solok juga akan mengevaluasi kebutuhan rambu tambahan serta penguatan sistem keselamatan jalan di kawasan tersebut.
Diketahui, kawasan Jembatan Kutianyie selama ini kerap terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang sempit dan tikungan tajam karena persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas. Bahkan, sebelum kecelakaan yang dialami Wakil Gubernur Sumbar, dilaporkan juga terjadi beberapa kecelakaan lain di lokasi yang sama. (rn/*/pzv)













Komentar