Padang Bangun PSEL, Solusi Sampah Jadi Energi Listrik

News48 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Upaya mengatasi timbulan sampah yang mencapai sekitar 700 ton per hari di Kota Padang mulai diarahkan pada solusi jangka panjang melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kamis (9/4/2026).

Penandatanganan dilakukan Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy di Istana Gubernuran Sumbar, serta disaksikan Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Hendropriyono. Kerja sama ini juga melibatkan Kota Bukittinggi, Kota Solok, dan Kota Padang Panjang.

Fadly Amran menyatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di Kota Padang.

“Kami menyambut baik kerjasama ini. PSEL sangat penting sebagai fasilitas pengelolaan sampah untuk solusi jangka panjang,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemko Padang berkomitmen mendukung pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di daerah.

Sementara itu, Diaz Hendropriyono menyampaikan bahwa pembangunan PSEL merupakan bagian dari upaya mendukung target pengelolaan sampah nasional sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029.

“Setelah penandatanganan PKS, tahapan selanjutnya meliputi proses lelang hingga ground breaking pembangunan fasilitas PSEL. Kita berharap Pemprov Sumbar dan pemerintah daerah terkait menindaklanjuti progres kerja sama ini dengan baik,” katanya.

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menilai penandatanganan ini sebagai tonggak penting dalam pengelolaan sampah di daerah sekaligus bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.

Ia menyebut pembangunan PSEL mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, dengan dukungan lahan sekitar lima hektare di Kota Padang serta kontribusi anggaran dari masing-masing daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Tasliatul Fuaddi mengungkapkan, timbulan sampah di Sumbar pada 2025 mencapai 861.675 ton, sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang lebih efektif dan terpadu.

Ia menjelaskan, operasional PSEL membutuhkan pasokan sekitar 690 ton sampah per hari dari Kota Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Solok, dengan lokasi pengolahan direncanakan di kawasan TPA Air Dingin.

“Kerja sama ini mencakup penyediaan lahan, pasokan, pengangkutan, hingga pengelolaan sampah serta sosialisasi kepada masyarakat, disertai monitoring dan evaluasi sebagai wujud sinergi pusat dan daerah dalam menghadirkan solusi konkret pengelolaan sampah berbasis energi di Sumatera Barat,” ujarnya. (rn/*/pzv)

Komentar