Jakarta, RANAHNEWS.com – Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menekankan pentingnya penguatan hilirisasi industri pertambangan nasional dalam Rapat Dengar Pendapat bersama sejumlah BUMN tambang guna menjaga ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.
Penegasan itu disampaikan dalam RDP Komisi VI DPR RI bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk yang membahas evaluasi kinerja korporasi serta roadmap pengembangan usaha.
Nevi menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam rantai pasok global industri logam, termasuk aluminium dan mineral strategis, namun membutuhkan strategi matang untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku serta memperkuat integrasi industri dari hulu ke hilir.
“Penguatan hilirisasi tidak cukup hanya dengan ekspansi produksi, tetapi harus didukung oleh ketahanan energi, efisiensi biaya, serta mitigasi risiko geopolitik yang komprehensif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi keberlanjutan kinerja BUMN tambang, melalui transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan risiko yang optimal.
Selain itu, Nevi menyoroti perlunya strategi mitigasi terhadap volatilitas harga energi dan logistik global yang berdampak pada biaya produksi industri aluminium dan mineral, serta pentingnya sinergi antar-BUMN dalam penyediaan energi yang stabil dan kompetitif.
Ia juga mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan agar tidak mengancam ketahanan sumber daya nasional dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Nevi menegaskan pentingnya pemberantasan aktivitas pertambangan ilegal melalui penguatan pengawasan wilayah izin usaha pertambangan dan kemitraan dengan masyarakat.
“Momentum harga komoditas global harus dimanfaatkan secara bijak, bukan untuk ekspansi jangka pendek semata, tetapi untuk memperkuat fondasi industri nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi,” tutupnya. (rn/*/pzv)
















Komentar