Optimalisasi PAD 2026, BKD Dharmasraya Rapat dengan PT TKA

Ekonomi17 Dilihat

Dharmasraya, RANAHNEWS.com — Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Dharmasraya membahas potensi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) bersama manajemen PT Tidar Kerinci Agung (PT TKA) dalam rapat di kantor perusahaan tersebut, Jumat (19/2/2026), sebagai bagian dari upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026.

Pertemuan yang dipimpin Kepala BKD Dharmasraya Marten Yunus itu dihadiri jajaran Bidang Pendapatan BKD dan perwakilan manajemen perusahaan, dengan fokus pada rekonsiliasi data serta pendalaman potensi pajak dari aktivitas operasional perusahaan.

Dalam rapat, PT TKA memaparkan penggunaan tenaga listrik yang 90 persen bersumber dari PLN serta dukungan genset berkapasitas 320 KWh sebagai cadangan. Data pemakaian listrik dan pembayaran disampaikan sebagai bahan pencocokan administrasi.

Perusahaan juga menjelaskan penggunaan sumber air permukaan melalui sistem filterisasi boil pump untuk mendukung operasional. Selain itu, PT TKA memiliki ruas jalan operasional sepanjang sekitar 180 kilometer yang digunakan untuk distribusi hasil produksi dan aktivitas lainnya.

BKD turut mendalami potensi pajak dari pemanfaatan material tanah dan batuan yang digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur internal perusahaan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Data kawasan perumahan karyawan juga dipaparkan, meliputi area pabrik dan KBP seluas 32 hektare, Bukit Sembilan 25 hektare, serta KMG 60 hektare, termasuk data PBB-P3 sebagai bagian dari rekonsiliasi perpajakan.

“Setiap potensi pajak, termasuk yang bersumber dari aktivitas pemanfaatan mineral bukan logam dan batuan, kami hitung berdasarkan volume riil serta ketentuan regulasi yang berlaku. Tidak ada asumsi, seluruhnya berbasis data dan dokumen resmi,” ujar Marten.

Ia menegaskan, pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah mengedepankan koordinasi dan rekonsiliasi untuk memastikan kewajiban perpajakan dapat dipenuhi secara optimal.

“Kami ingin memastikan seluruh kewajiban perpajakan dapat dipenuhi dengan baik melalui komunikasi yang konstruktif. Tujuan akhirnya adalah optimalisasi PAD untuk mendukung pembangunan Kabupaten Dharmasraya secara berkelanjutan,” katanya. (age)

Komentar