Dharmasraya, RANAHNEWS.com — Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni pada Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menegaskan komitmen transformasi pembangunan daerah melalui penguatan sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi nagari, serta optimalisasi kolaborasi pendanaan di tengah tantangan fiskal.
Duet kepemimpinan yang dilantik setahun lalu di Istana Negara tersebut memulai masa jabatan dengan kondisi fiskal yang menantang, ditandai defisit anggaran dan kebijakan efisiensi. Dalam refleksinya, Annisa menyampaikan bahwa kepemimpinan merupakan ruang pengabdian bagi masyarakat.
“Setiap jalan yang Allah titipkan pasti punya maksud baik. Ini adalah kesempatan untuk berbuat lebih banyak bagi sesama,” ungkap Annisa, Selasa (24/2/2026).
Berbekal pengalaman sebagai mantan Staf Ahli DPR RI, Annisa membangun komunikasi dengan pemerintah pusat serta mendorong penyusunan blueprint pembangunan daerah yang terukur. Kolaborasi dengan sektor swasta melalui optimalisasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/TSLP) turut diarahkan untuk mendukung program prioritas di tengah keterbatasan APBD.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengalokasikan Rp30,3 miliar untuk rehabilitasi dan peningkatan 21 sekolah yang terdiri dari 8 SD dan 13 SMP. Selain pembenahan fisik, penguatan kompetensi siswa juga dilakukan melalui Program Beasiswa Dharmasraya Juara yang menjangkau 2.000 siswa dengan pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI).
Sebagai penunjang, anggaran Rp4,6 miliar dialokasikan untuk pengadaan sarana seperti laptop, proyektor, serta pelaksanaan English Bootcamp. Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp200 miliar yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada Mei 2026.
Apresiasi bagi guru dan kepala sekolah berprestasi turut diberikan dalam bentuk pelatihan internasional serta penyediaan seragam.

Pada sektor ekonomi nagari, program One Village One Product (OVOP) dilanjutkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok rentan, pemuda, dan ibu rumah tangga. Setelah pada 2025 program percontohan menyerap anggaran Rp2,8 miliar untuk 20 kelompok tani, pada 2026 komitmen anggaran meningkat menjadi Rp5,9 miliar.
“Alhamdulillah, sekarang saya bisa berpenghasilan sendiri,” ujar Riyanto, peternak ayam petelur dari Nagari Sipangkur.
Hal senada disampaikan Frengki Sandra dari Timpeh yang merasakan manfaat bantuan bibit jagung dan kemudahan akses pupuk dalam menekan biaya produksi.

Sepanjang 2025–2026, program OVOP mencatat distribusi hingga 15.000 ekor ayam KUB dan petelur, serta puluhan ekor sapi dan kambing pada sektor peternakan. Di bidang pertanian, bantuan bibit padi menjangkau 2.550 hektare lahan dan bibit jagung 757 hektare. Sementara itu, sektor perikanan mendapat dukungan penaburan 500.000 bibit ikan beserta pakan dan obat-obatan.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyatakan bahwa satu tahun pertama ini menjadi fondasi untuk melanjutkan program pembangunan yang berorientasi pada penguatan layanan dasar dan pemberdayaan ekonomi masyarakat nagari. (adv)














Komentar