Muhidi Dorong Budaya Literasi untuk Bentuk Karakter Siswa

Parlemen60 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Penguatan budaya literasi di sekolah dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk karakter siswa sekaligus menekan angka kenakalan remaja. Komitmen tersebut ditegaskan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, saat berdialog dengan guru SMA Negeri 14 Padang, Senin (12/1/2026).

Dalam pertemuan yang dirangkai dengan penyerahan bantuan baju batik kepada para guru, Muhidi menyampaikan bahwa peningkatan minat baca dan kebiasaan berliterasi akan terus didorong melalui kebijakan dan dukungan anggaran di tingkat provinsi.

“Meningkatkan minat literasi adalah program prioritas yang akan terus kami jalankan. Setiap tahun kami akan menganggarkan program untuk mendorong budaya literasi di sekolah,” ujar Muhidi.

Ia menekankan bahwa literasi tidak hanya berpengaruh pada capaian akademik, tetapi juga berperan dalam membentuk pola pikir, sikap, dan karakter peserta didik. Menurutnya, siswa yang terbiasa membaca dan berdiskusi cenderung memiliki wawasan lebih luas serta kemampuan menyaring pengaruh negatif di lingkungannya.

Muhidi juga mengajak para guru untuk berperan aktif memassifkan budaya literasi di sekolah, baik melalui pembiasaan membaca, kegiatan diskusi, maupun optimalisasi fungsi perpustakaan.

“Melalui literasi, kita berharap siswa-siswi memiliki masa depan yang lebih cerah dan mampu menjadi generasi yang berkualitas,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran pendidik, Muhidi menyerahkan bantuan baju batik kepada guru SMA Negeri 14 Padang. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kinerja dalam mencerdaskan dan membina karakter generasi muda.

Ia menyatakan, peran guru sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, sehingga target besar Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 14 Padang, Evidel, menyambut baik dorongan penguatan literasi yang disampaikan Ketua DPRD Sumbar. Menurutnya, budaya membaca dan berliterasi memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter serta kesiapan siswa menghadapi masa depan.

Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan perhatian terhadap peningkatan sarana dan prasarana sekolah, khususnya musala dan aula, guna menunjang kegiatan pembelajaran dan pembinaan karakter.

“Saat ini jumlah siswa kami mencapai 1.115 orang, sehingga keberadaan fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan,” ujar Evidel. (rn/*/pzv)

Komentar