Padang, RANAHNEWS.com — Upaya percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi kembali ditegaskan pemerintah pusat melalui penguatan validasi data kerusakan. Komitmen tersebut tercermin dalam Rapat Koordinasi percepatan validasi pendataan kerusakan pascabencana yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Selasa (6/1/2026), dan diikuti Wali Kota Padang Fadly Amran secara daring.
Rakor tersebut diikuti Fadly Amran bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait dari Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang. Forum ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan data antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya sinkronisasi data sebagai fondasi utama rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
“Fokus utama rakor ini adalah percepatan dan akurasi pendataan kerusakan sebagai dasar penyaluran bantuan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana,” ujar Tito Karnavian.
Ia juga meminta pemerintah daerah terdampak bencana aktif berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta kementerian teknis guna memastikan data yang disampaikan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Data yang valid menjadi kunci agar bantuan darurat, relokasi warga, hingga perbaikan infrastruktur dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Kepala daerah terdampak harus memastikan seluruh data kerusakan diverifikasi dengan baik,” tegasnya.
Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk mempercepat proses validasi data kerusakan di wilayah terdampak banjir bandang.
“Kita mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus memperkuat langkah mitigasi bencana untuk menekan risiko kejadian serupa di masa mendatang,” ungkap Fadly Amran.
Ia memaparkan, bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 berdampak pada 67.563 warga di lima kecamatan di Kota Padang. Kerusakan rumah tercatat sebanyak 5.523 unit, terdiri atas 546 unit rusak berat, 2.174 unit rusak sedang, dan 2.949 unit rusak ringan.
“Bencana juga menyebabkan kerusakan berat pada 13 jembatan, 74.327 meter jalan, 22 bendungan, serta 56 unit irigasi pertanian, dan kerusakan sedang pada 3.050 meter jalan. Selain itu, terdapat kerusakan pada 11 unit intake SPAM Pamsimas, delapan lokasi intake SPAM Perumda AM, termasuk tebing sungai, drainase, serta berbagai fasilitas publik lainnya dengan total kerugian mencapai Rp2,97 triliun,” papar Fadly Amran. (rn/*/pzv)













Komentar