Pelantikan PWI Pusat di Monumen Pers Solo Jadi Momentum Sejarah Pers Nasional

News398 Dilihat

Solo, RANAHNEWS — Deretan karangan bunga berwarna-warni memadati kawasan Monumen Pers Nasional, Solo, Sabtu (4/10/2025). Aroma segar bunga berpadu dengan semangat baru insan pers Indonesia yang hadir untuk menyaksikan pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030.

Sedikitnya 100 karangan bunga berjejer di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Jalan Yosodipuro, Banjarsari, Surakarta. Ucapan selamat datang dari berbagai penjuru Tanah Air—mulai dari tokoh nasional, pejabat pemerintahan, lembaga swasta, hingga organisasi media—menandakan kuatnya dukungan terhadap kepengurusan baru PWI.

Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, menyebutkan bahwa pelantikan kali ini istimewa karena diselenggarakan di tempat bersejarah bagi dunia jurnalistik Indonesia.

“Pelantikan pengurus PWI Pusat di Monumen Pers Surakarta memiliki makna simbolik yang sangat kuat. Di sinilah PWI lahir pada 9 Februari 1946, dan kini semangat itu kembali dihidupkan,” ujar Anas.

Ia menambahkan, acara ini juga akan dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, serta ratusan peserta dari perwakilan PWI provinsi, pimpinan media nasional, mitra strategis, dan pejabat negara.

“Tadi malam telah dilakukan orientasi bagi pengurus baru, dan pagi ini seluruh persiapan pelantikan telah rampung,” ungkapnya.

Monumen Pers memang menjadi tempat yang sarat makna. Gedung ini menjadi saksi sejarah lahirnya PWI sebagai wadah persatuan wartawan Indonesia setelah kemerdekaan. Dari sini pula, semangat kebebasan pers dan tanggung jawab sosial terus tumbuh hingga kini.

Panitia lokal, Asep Abdullah, menuturkan bahwa antusiasme terhadap acara tersebut terus meningkat, bahkan karangan bunga yang datang masih bertambah hingga pagi hari.

“Sampai detik ini sudah ada seratus karangan bunga dari berbagai daerah di Indonesia. Ini menunjukkan apresiasi dan perhatian besar terhadap momentum ini,” katanya.

Selain pelantikan, kegiatan juga dirangkai dengan dialog kebangsaan yang menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, serta Ketua PWI Bidang Pendidikan Agus Sudibyo.

Diskusi bertema “Merawat Keadaban Bangsa di Tengah Desakan Epidemi Disinformasi dan Supremasi Kecerdasan Buatan” ini dimoderatori oleh Wahyu Muryadi, menghadirkan refleksi penting mengenai peran pers di era digital yang sarat tantangan.

Menambah semarak suasana, penyanyi keroncong dan campursari asal Solo, Endah Laras, turut tampil membawakan lagu-lagu bernuansa budaya yang menghidupkan suasana penuh semangat kebangsaan di tengah acara bersejarah tersebut. (rn/*/pzv)

Komentar