Pasaman Barat, RANAHNEWS.com — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasaman Barat menekankan pentingnya aksi nyata ketahanan pangan keluarga saat menggelar pertemuan bulanan tingkat kabupaten di Lubuk King, Kecamatan Lembah Melintang, Kamis (15/1/2026).
Pertemuan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tersebut menjadi ajang konsolidasi program sekaligus evaluasi peran PKK dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui gerakan penanaman cabai berbasis dasawisma.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, mengapresiasi dukungan Kecamatan Lembah Melintang yang ditandai dengan kehadiran seluruh wali nagari. Namun, ia menyoroti rendahnya partisipasi nagari se-Pasaman Barat dalam lomba video ketahanan pangan melalui aksi penanaman cabai, yang baru diikuti tujuh nagari.
“Ini menjadi catatan serius karena belum mencapai 50 persen partisipasi. Ke depan, Bupati akan turun langsung untuk melihat dan mengecek dasawisma di nagari,” tegasnya.
Ia mengimbau setiap nagari menganggarkan minimal 100 polybag untuk mendukung gerakan menanam cabai, mengingat program tersebut akan dilaporkan ke tingkat provinsi.
“Penanaman cabai ini penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
Ny. Sifrowati juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan penilaian lomba dasawisma tingkat provinsi yang diwakili Nagari Lingkuang Aua Bandarajo dan Nagari Ranah Air Haji. Selain itu, TP PKK Kabupaten akan menggelar penilaian tingkat kabupaten dengan melibatkan juri dari provinsi guna menjaga objektivitas.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh kader PKK memperkuat semangat gotong royong dan menjadikan PKK sebagai teladan di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak mengadakan penyambutan secara seremonial sebagai bentuk empati atas musibah seorang anak yang hanyut di Batang Sikabau dan belum ditemukan.
“Mari kita bersama-sama mengirimkan Al-Fatihah dan berdoa agar anak kita segera ditemukan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris TP PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ramalis, menegaskan bahwa seluruh gerakan PKK harus dilaksanakan secara terencana dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.
“Program dari Pokja I hingga Pokja IV harus menyentuh langsung masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial. Pencegahan berbagai persoalan sosial merupakan tugas utama PKK,” katanya.
Camat Lembah Melintang, Ikhsan Chairman, menyampaikan bahwa pertemuan bulanan tersebut sempat tertunda sejak Desember akibat bencana banjir dan longsor. Ia mengapresiasi peran aktif TP PKK Kecamatan Lembah Melintang dalam membantu masyarakat terdampak bencana, terutama melalui keterlibatan di dapur umum dan lokasi pengungsian.
“Saat bencana, ibu-ibu PKK sangat aktif membantu masyarakat. Terima kasih atas dedikasi dan kepeduliannya. Kami berharap arahan dan bimbingan dari Ketua TP PKK Kabupaten untuk PKK Kecamatan Lembah Melintang ke depan,” ujarnya. (rn/*/pzv)











Komentar