SIWO PWI Pessel Desak KONI Lakukan Pembenahan Serius Lewat Musorkab 2025

Olahraga276 Dilihat

Pesisir Selatan, RANAHNEWS – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Pesisir Selatan yang direncanakan pada 23 Agustus 2025, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan menyuarakan harapan besar sekaligus catatan kritis. Bagi SIWO PWI Pessel, Musorkab tidak cukup dimaknai sebagai agenda pergantian pengurus semata, melainkan harus menjadi momentum nyata pembenahan sistem olahraga daerah secara menyeluruh.

Ketua SIWO PWI Pessel, Desrimaiyanto—akrab disapa Anto—menegaskan bahwa KONI Pessel ke depan perlu membangun sistem yang adil, profesional, dan transparan, serta menjadikan Musorkab sebagai titik balik perbaikan tata kelola olahraga, bukan sebagai panggung perebutan kekuasaan. “Musorkab ini harus dimaknai sebagai forum pembenahan, bukan perebutan kekuasaan. KONI ke depan harus mampu membangun sistem olahraga yang adil, profesional, dan transparan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepemimpinan KONI periode 2025–2029 mesti diisi oleh figur berintegritas yang berpihak pada pembinaan atlet, menjunjung tinggi keadilan antar cabang olahraga (cabor), serta terbuka dalam pengelolaan organisasi dan anggaran. Menurutnya, tidak boleh ada lagi kesenjangan dalam perhatian dan dukungan terhadap cabor. “Semua cabor harus mendapat perlakuan yang adil. Jangan ada lagi kesenjangan perhatian atau kepentingan kelompok. KONI adalah rumah besar olahraga, bukan milik segelintir orang,” katanya.

Lebih lanjut, SIWO PWI Pessel turut menekankan pentingnya kemitraan yang harmonis antara KONI dan media massa. Menurut Anto, transparansi dalam dunia olahraga tidak akan terwujud tanpa keterbukaan terhadap pengawasan publik. “Kami siap menjadi mitra yang kritis dan konstruktif. Pengawasan publik melalui media harus diterima sebagai bagian dari sistem yang sehat dan demokratis,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa SIWO PWI Pessel akan mengawal penuh setiap tahapan Musorkab, termasuk proses pemilihan ketua, guna memastikan berjalan objektif dan tetap dalam koridor pembinaan olahraga yang bermartabat. “Sudah saatnya KONI Pessel menjadi teladan organisasi olahraga yang bersih, kuat, dan berpihak pada prestasi. Jangan biarkan kepentingan pribadi atau kelompok merusak masa depan atlet kita,” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar