Ricky Donals Gagas “Sumbar Bangkit” Usai Ekonomi Sumbar Jadi Terendah di Sumatra

Ekonomi357 Dilihat

Padang, RANAHNEWS — Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) kini menjadi yang terendah di Pulau Sumatra, hanya mencapai 3,94 persen. Kondisi itu memantik keprihatinan sekaligus semangat dari pengusaha nasional asal Minangkabau, Ricky Donals Datuak Paduko Marajo, untuk menggerakkan aksi bersama bertajuk “Sumbar Bangkit.”

Ricky menilai stagnasi ekonomi tidak bisa dibiarkan begitu saja. Gerakan ini, katanya, harus menjadi momentum kebangkitan kolektif bagi masyarakat dan perantau Minang untuk memulihkan potensi ekonomi daerah.

“Ini upaya yang harus dilakukan setelah fakta menyebut ekonomi Sumbar nyingsep ke 3,94 persen, posisi pertumbuhan ekonomi Sumbar kini terendah di Sumatra,” ujar Ricky Donals di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (4/10/2025).

Pemilik Marawa Beach dan Monopoli Bukittinggi itu menegaskan, Sumatera Barat memiliki sumber daya besar, namun perlu dikelola melalui kerja sama nyata lintas sektor.

“Bukan kolaborasi di bibir saja. Gubernur, bupati, walikota, wakil rakyat, dan para pengusaha baik di daerah maupun di rantau harus bergerak bersama untuk membangkitkan kembali potensi ekonomi, sosial, dan budaya Minangkabau,” tegasnya.

Menurutnya, jaringan perantau Minang di seluruh Indonesia dan mancanegara adalah modal sosial yang luar biasa jika mampu disinergikan dengan pemerintah daerah dan masyarakat lokal.

“Bangkitnya Sumbar harus dimulai dengan sumbang dari semua pihak. Tidak hanya modal, tapi juga ide, ilmu, dan jaringan. Kalau semua bergerak, Sumbar akan maju,” ujarnya.

Ricky juga menyoroti pentingnya penguatan sektor UMKM, perdagangan, kuliner, dan pariwisata sebagai motor penggerak utama perekonomian Sumatera Barat. Selain itu, ia menilai pendidikan generasi muda harus mendapat perhatian serius agar daerah mampu bersaing di masa depan.

“Anak muda Minang perlu dibekali keterampilan, mental wirausaha, dan kepercayaan diri. Bangkit artinya kita siapkan generasi yang tangguh dan tidak tertinggal,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa kebangkitan ekonomi Sumatera Barat tidak boleh mengabaikan akar budaya Minangkabau yang menjadi identitas masyarakat.

“Bangkit bukan berarti meninggalkan adat. Justru budaya adalah identitas dan daya tarik utama kita,” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar