Porprov Sumbar XVI 2026 Diundur, Pariaman Pastikan Ikut

Olahraga46 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 resmi diundur dan dijadwalkan berlangsung pada 2 Oktober 2026. Perubahan jadwal ini membuka ruang bagi seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat, termasuk Kota Pariaman, untuk memastikan keikutsertaan setelah sebelumnya terkendala penganggaran.

Penundaan tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi Terbatas kepala daerah se-Sumatera Barat yang digelar pada Rabu, 28 Januari 2026, dan ditandatangani oleh para wali kota dan bupati bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat.

Sebelumnya, hampir seluruh kabupaten/kota belum dapat memastikan partisipasi dalam Porprov Sumbar XVI Tahun 2026 karena kegiatan tersebut belum terakomodasi dalam anggaran daerah. Pergeseran anggaran juga belum memungkinkan dilakukan lantaran belum adanya aturan terkait pergeseran anggaran tahun 2026 dari Kementerian Dalam Negeri.

Menyikapi kesepakatan tersebut, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Pariaman untuk mengikuti Porprov Sumbar XVI Tahun 2026. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di Ruang Kerja Wali Kota Pariaman bersama media cetak, daring, dan televisi, Kamis (29/1/2026).

Yota Balad menjelaskan, pada awal perencanaan Porprov, Kota Pariaman belum dapat memastikan keikutsertaan karena keterbatasan anggaran yang tersedia pada saat itu.

“Semula Porprov Sumbar XVI Tahun 2026 direncanakan berlangsung pada Juni–Juli 2026, sehingga belum dapat diakomodasi dalam anggaran Pemerintah Kota Pariaman. Kondisi tersebut tidak hanya dialami Kota Pariaman, tetapi hampir seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah jadwal pelaksanaan disepakati diundur ke Oktober 2026 melalui rapat koordinasi kepala daerah, Pemerintah Kota Pariaman memiliki ruang untuk melakukan perubahan anggaran sesuai ketentuan.

“Dengan perubahan jadwal tersebut, Pemerintah Kota Pariaman dapat melakukan penyesuaian anggaran sehingga siap mengikuti Porprov Sumbar XVI Tahun 2026,” jelasnya.

Yota Balad juga menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut tidak hanya menyepakati jadwal pelaksanaan, tetapi juga menetapkan persyaratan atlet yang akan berlaga.

“Seluruh kepala daerah berkomitmen bahwa atlet yang bertanding harus berdomisili di daerah yang diwakilinya sekurang-kurangnya selama dua tahun,” terangnya.

Terkait persiapan, ia menyebutkan seluruh cabang olahraga di Kota Pariaman mulai melakukan persiapan dengan memprioritaskan cabang yang berpotensi meraih prestasi.

“Pemko Pariaman juga mengusulkan menjadi tuan rumah untuk tiga cabang olahraga unggulan, yakni sepatu roda dengan sirkuit Pantai Cermin, tenis di kawasan GOR Rajo Bujang, serta bulu tangkis. Atlet yang disiapkan benar-benar kompetitif agar dapat mengharumkan nama Kota Pariaman,” katanya.

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menegaskan, selama proses penganggaran dapat dilakukan sesuai regulasi, Kota Pariaman akan berpartisipasi penuh dalam Porprov Sumbar XVI Tahun 2026.

“Pelaksanaan Porprov dijadwalkan Oktober 2026, dan Kota Pariaman siap berpartisipasi serta mendukung penuh kegiatan tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa fasilitas olahraga di Kota Pariaman akan terus dibenahi agar semakin representatif, termasuk sarana sepatu roda, tenis, bulu tangkis, serta sejumlah gedung olahraga yang ditargetkan rampung hingga akhir tahun.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD menyatakan bahwa Pemerintah Kota Pariaman dan KONI memiliki komitmen yang sama dalam pembinaan olahraga.

“Olahraga tidak bisa berjalan tanpa dukungan anggaran. Selama dapat dianggarkan dan sesuai aturan, Kota Pariaman akan mengikuti Porprov Sumbar XVI Tahun 2026,” katanya.

Edison menambahkan, dari total 48 cabang olahraga yang dipertandingkan, KONI akan melakukan seleksi berdasarkan kesiapan dan potensi atlet pada masing-masing cabang untuk menentukan peserta yang akan dikirim ke Porprov. (rn/*/pzv)

Komentar