Agam, RANAHNEWS – Ketika langkah kaki tak sekadar bergerak, tetapi juga menggugah kesadaran akan budaya, alam, dan kehidupan lokal—di situlah Pejalan Nagari Walk (PNW) menemukan maknanya. Setelah sukses dengan gelaran perdana pada Januari lalu, PNW #2 hadir membawa energi baru, rute baru, dan semangat kolaboratif yang lebih kuat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2025, menjelajah dua nagari ikonik di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam: Koto Gadang dan Sianok Anam Koto.
Tak hanya menjadi ajang jalan kaki, PNW merupakan gerakan budaya dan sosial yang memadukan olahraga, edukasi sejarah, pelestarian lingkungan, hingga penguatan ekonomi lokal. Sejak kali pertama digagas oleh Asosiasi Pejalan Kaki Sumatera (APKS), PNW tumbuh sebagai kegiatan berbasis komunitas yang benar-benar berpihak pada nagari dan warganya.
“PNW bukan event instan. Ia tumbuh dari akar. Kami ingin setiap langkah punya makna dan membentuk narasi bersama masyarakat,” tutur Novaldi, Ketua APKS.
Pada edisi sebelumnya, antusiasme peserta membeludak. Dari target awal, jumlah peserta justru meningkat dua kali lipat. Tak hanya warga Sumatera Barat, peserta juga datang dari luar provinsi bahkan luar negeri. Di tengah langkah yang diayun bersama, tercipta ruang kolaborasi antara warga, pelaku UMKM, seniman lokal, dan pengunjung. Kuliner khas seperti Bebek Lado Hijau laris manis, sementara kerajinan tangan dan seni pertunjukan mendapat panggung di mata publik.
Bukan hanya tubuh yang bergerak, tetapi juga kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga budaya dan alam nagari. Rute yang dilalui memperkenalkan peserta pada rumah tokoh bangsa, panorama lembah Sianok yang memukau, serta dialog hidup antara masa lalu dan masa depan nagari.
Program PNW #2 menghadirkan peningkatan signifikan. Tiga pilihan rute ditawarkan: 5 km, 10 km, dan 20 km. Seluruh rute telah disesuaikan dengan standar Internasional Marching League (IML), organisasi internasional yang mempromosikan gaya hidup sehat dan perdamaian antarbangsa melalui kegiatan jalan kaki non-kompetitif.
“Kami ingin semua orang bisa ikut. Baik yang ingin sekadar menikmati alam, maupun yang serius menjadikan ini bagian dari gaya hidup sehat,” kata Syukra Maulana, Program Manajer PNW.
Tak berhenti di situ, panitia juga menghadirkan Lapak Nagari, pasar rakyat yang menampilkan produk UMKM terkurasi dari Koto Gadang dan Sianok Anam Koto. Bukan hanya ajang transaksi, tetapi juga jembatan menuju kerja sama berkelanjutan antara pelaku usaha lokal dan peserta.
Talkshow tematik turut menjadi bagian dari rangkaian. Menghadirkan komunitas, akademisi, seniman, hingga pemangku kebijakan, diskusi akan membahas masa depan ekonomi kreatif nagari dan model kolaborasi antar sektor di bidang pariwisata.
Lebih dari sekadar event tahunan, PNW sedang membangun jalannya menuju ajang kelas dunia. Harapan besar disematkan agar pada tahun keempat, PNW bisa masuk dalam kalender resmi IML, menjadikan Sumatera Barat salah satu titik penting dalam peta sport tourism internasional.
“Setiap tempat punya cerita. Dan kami ingin setiap orang yang berjalan bersama kami, ikut menjadi bagian dari cerita itu,” tutup Novaldi.
Pendaftaran Pejalan Nagari Walk #2 telah dibuka sejak 22 Maret dan akan ditutup pada 22 April. Informasi lebih lanjut dan formulir pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi pejalannagariwalk.com. (rn/*/pzv)











Komentar