KONI Sumbar Matangkan Roadmap Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Olahraga49 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mulai dimatangkan melalui pertemuan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat dengan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga. Pertemuan tersebut membahas roadmap pembinaan olahraga Sumbar sekaligus mengevaluasi hasil tes atlet sebagai bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov).

Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Padang, Selasa (10/3/2026). Program Pelatprov direncanakan berjalan dalam rentang pembinaan mulai Maret hingga Desember 2026.

Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan target utama Sumatera Barat pada PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur adalah menembus 10 besar nasional.

“10 besar PON menjadi target kita. Sebelum menyampaikan target ini, saya selalu melihat kiri dan kanan, agar yakin bahwa target yang dicanangkan ini bisa bersama-sama kita emban,” ujar Hamdanus.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pelatih yang resmi bergabung dalam program Pelatprov Sumbar. Menurutnya, pertemuan awal tersebut menjadi momentum penting untuk memulai pembinaan menuju pencapaian prestasi yang lebih tinggi.

Hamdanus turut mengapresiasi tim monitoring dan evaluasi Pelatprov serta para pelatih yang ditetapkan oleh pengurus provinsi cabang olahraga.

“KONI tidak ada nilai kalau tidak berprestasi. Bapak dan ibu pelatih yang diminta KONI untuk membina atlet adalah mereka yang memiliki pengalaman nasional maupun internasional, sehingga ditetapkan oleh Pengprov masing-masing,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara KONI dan para pelatih dalam menyiapkan atlet menuju prestasi puncak.

“KONI memiliki tanggung jawab menyiapkan seluruh dukungan pembinaan, sementara pelatih fokus mempersiapkan atletnya. Dua unsur ini harus berjalan bersama untuk melahirkan prestasi,” katanya.

Terkait dukungan anggaran, Hamdanus menyebut dana Pelatprov saat ini mungkin belum sepenuhnya mencukupi. Namun pihaknya akan berupaya menambah dukungan melalui APBD Perubahan serta sumber pendanaan lainnya.

“Kalau kita mampu melahirkan prestasi dan menunjukkan perkembangan signifikan, tentu DPRD dan Pemprov Sumbar akan mendukung. KONI juga akan berupaya mencari tambahan anggaran lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, menyampaikan setelah proses verifikasi terdapat 35 cabang olahraga yang akan dibina dalam program Pelatprov Sumbar.

Ia menjelaskan sebelum Pelatprov berjalan penuh, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) telah melaksanakan tes fisik, tes kesehatan, dan psikotes terhadap para atlet.

“Tes pertama ini bukan untuk menyeleksi atlet masuk Pelatprov, tetapi untuk melihat baseline awal atlet. Tes kedua yang akan dilakukan pada Mei mendatang menjadi evaluasi apakah performa atlet meningkat atau tidak,” ujarnya.

Septri menambahkan KONI Sumbar menargetkan 19 medali emas serta menembus 10 besar nasional pada PON 2028. Target tersebut dinilai dapat dicapai apabila setiap cabang olahraga mampu menyumbangkan medali emas.

Dalam skema pembinaan, atlet juga dikelompokkan dalam empat kategori, yakni atlet andalan, atlet prioritas, atlet potensial, dan atlet binaan.

Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menegaskan program Pelatprov dirancang berbasis data hasil tes atlet agar pembinaan lebih terukur.

“Pelatprov tidak lagi hanya berbasis asumsi, tetapi menggunakan data dari tes fisik, kesehatan, dan psikologi atlet. Dengan data tersebut, pelatih dapat merancang program latihan yang lebih tepat sasaran sehingga perkembangan atlet bisa dipantau secara objektif,” ujarnya.

Ia menambahkan evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa selama proses pembinaan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap fase latihan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Dengan pemantauan rutin, kita bisa mengetahui perkembangan atlet sekaligus melakukan penyesuaian program latihan jika diperlukan,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar