Fadly Amran Redam Kericuhan Warga Padang Sarai Lewat Dialog Damai

News398 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Upaya mediasi Wali Kota Padang Fadly Amran berhasil meredam ketegangan yang sempat terjadi di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, menyusul insiden pembubaran aktivitas ibadah dan pendidikan agama di rumah salah seorang jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia, Minggu (27/7/2025).

Peristiwa itu sempat menimbulkan gesekan antarwarga, bahkan mengakibatkan dua orang mengalami luka. Warga RT 03 RW 09 diduga membubarkan kegiatan tersebut karena menganggap rumah yang digunakan sebagai tempat pendidikan agama anak-anak Kristen itu merupakan gereja ilegal.

Pendeta Dachi, pemilik rumah sekaligus pembina kegiatan keagamaan tersebut, menjelaskan bahwa tempat itu bukan gereja, melainkan rumah pribadi yang difungsikan untuk pendidikan agama bagi anak-anak jemaat.

“Sebagian warga mengira rumah ini digunakan sebagai tempat ibadah gereja, padahal hanya untuk pendidikan agama anak-anak Kristen,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Fadly Amran langsung turun tangan dan memfasilitasi dialog bersama pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Pertemuan digelar di Kantor Camat Koto Tangah pada malam harinya dan menghasilkan kesepakatan damai.

“Pertama-tama, kita harus memahami luka dan kekecewaan saudara-saudara kita atas tindakan yang terjadi. Ini bukan konflik agama, tapi murni kesalahpahaman,” ujar Fadly Amran setelah mediasi.

Ia menegaskan, insiden tersebut telah diklarifikasi oleh kedua belah pihak sebagai permasalahan pemahaman yang keliru dan bukan berlatar belakang isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Kesalahpahaman sudah diluruskan. Namun, jika ada unsur pidana, tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambah Fadly.

Pernyataan Wali Kota ini diamini oleh Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang Prof. Salmadanis, yang juga hadir dalam mediasi tersebut. (rn/*/pzv)

Komentar