Ekonomi Digital Indonesia Harus Berlandaskan Moral, Tegas Nevi Zuairina di Padang

Ekonomi294 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, menekankan bahwa ekonomi digital Indonesia harus dibangun bukan hanya dengan kecanggihan teknologi, tetapi juga berlandaskan keadilan, keberlanjutan, dan nilai moral. Pesan ini ia sampaikan saat memberikan kuliah umum bertema “Membangun Ekonomi Berkelanjutan dan Berkeadilan di Era Digital dengan Landasan Moral yang Kuat” di Kampus STAI Ar Risalah Sumatera Barat, Jumat (29/8).

Nevi menilai era disrupsi teknologi telah mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, hingga berbelanja. Menurutnya, transformasi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan besar.

“Hari ini, delapan dari sepuluh penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Indonesia bahkan masuk lima besar negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak di dunia. Ini peluang besar, namun juga mengandung tantangan,” ujar Nevi.

Ia mengutip laporan e-Conomy SEA 2024 yang mencatat pertumbuhan pesat ekonomi digital Indonesia dari USD 27 miliar pada 2018 menjadi USD 90 miliar pada 2024, dengan proyeksi mencapai Rp5.760 triliun pada 2030. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut tidak boleh hanya diukur dari angka, melainkan juga harus menjawab persoalan keadilan, keberlanjutan, dan nilai kemanusiaan.

“Ekonomi berkeadilan berarti memastikan UMKM, petani, nelayan, dan masyarakat adat juga mendapat kesempatan setara dalam arus digitalisasi. Jangan sampai hanya segelintir kelompok yang menikmati manfaatnya,” tegas Politisi PKS itu.

Selain menyoroti keadilan, Nevi menekankan pentingnya keberlanjutan, baik dari aspek lingkungan maupun tata kelola data. Menurutnya, Program Satu Data Indonesia yang mengintegrasikan ratusan ribu dataset merupakan langkah strategis untuk membangun kepercayaan digital dan transparansi.

Namun, ia menekankan bahwa semua itu tidak akan bermakna tanpa landasan moral.

“Di era digital, tantangan etika semakin kompleks: hoaks, manipulasi algoritma, hingga eksploitasi data. Karena itu, generasi muda harus tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga tangguh secara moral. Pendidikan tinggi bukan hanya membentuk kompetensi, tetapi juga karakter,” ungkapnya.

Menutup kuliah umum, Nevi menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan teknologi yang bermoral.

“Saya yakin dari ruang akademik seperti ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang pintar, bijak, dan berintegritas,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar