Pembangunan Pasar Batusangkar Rp61 Miliar, Zigo Rolanda Minta Pedagang Segera Direlokasi

Tanah Datar, RANAHNEWS.com — Rencana pembangunan Pasar Serikat C Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan anggaran sekitar Rp61 miliar masih menunggu pengosongan lokasi. Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meminta pemerintah daerah segera menuntaskan persoalan tersebut agar proses kontrak dan pembangunan pasar dapat dilaksanakan.

Permintaan itu disampaikan Zigo saat meninjau Pasar Batusangkar dalam rangka Reses Perseorangan Anggota DPR RI Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027, Jumat (23/10/2026).

Zigo mengatakan, rencana pembangunan pasar yang telah bergulir sejak 2015 itu sudah melalui tahapan perencanaan dan penganggaran. Namun, pelaksanaan pekerjaan membutuhkan kesiapan lokasi, termasuk pengosongan pasar yang masih digunakan pedagang.

“Sekarang kita ingin masuk ke tahap pelaksanaan. Tentu, pasarnya harus dikosongkan terlebih dahulu,” kata Zigo.

Menurutnya, keterlambatan pengosongan pasar berpotensi menghambat proses kontrak dan pelaksanaan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa pengadaan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum memiliki batas waktu.

Zigo menyebut anggaran pembangunan berpotensi dialihkan apabila proyek belum terkontrak hingga Mei. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Tanah Datar segera menetapkan jadwal pengosongan pasar.

Untuk mempercepat proses tersebut, Zigo mendorong pemerintah daerah bersama wali nagari dan dinas terkait mengumpulkan para pedagang guna menjelaskan rencana pembangunan serta tahapan penataan kios.

Ia menilai komunikasi langsung diperlukan agar pedagang memperoleh informasi yang jelas. Sosialisasi, menurutnya, tidak cukup hanya dilakukan melalui surat pemberitahuan.

“Kalau bisa, satu atau dua hari ke depan, para pedagang dikumpulkan. Sampaikan bahwa ini merupakan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan bersama,” ujarnya.

Zigo menjelaskan, Pasar Batusangkar saat ini memiliki sekitar 80 kios. Sementara itu, bangunan pasar yang direncanakan akan menyediakan sekitar 112 kios.

Terkait pembagian kios, ia meminta seluruh pihak memprioritaskan pembangunan fisik terlebih dahulu. Pembahasan mengenai pembagian blok kios dapat dilakukan setelah bangunan pasar selesai.

“Bangun dulu pasarnya, baru kita bicarakan pembagian bloknya. Jangan belum dibangun, tetapi sudah ingin membagi-bagi kios,” katanya.

Zigo memperkirakan pembangunan pasar membutuhkan waktu sekitar 12 bulan. Meski demikian, proses administrasi proyek dapat berlangsung melintasi dua tahun anggaran.

Ia berharap pembangunan tersebut dapat menyediakan fasilitas perdagangan yang lebih layak bagi masyarakat. Menurutnya, kesempatan pembangunan dengan anggaran yang telah tersedia perlu dimanfaatkan melalui kesiapan pemerintah daerah dan dukungan para pedagang.

Zigo kembali menegaskan bahwa pengosongan lokasi menjadi syarat penting agar pembangunan Pasar Batusangkar yang telah direncanakan sejak 2015 dapat segera direalisasikan.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Reski Wahyudi, serta Kepala Balai Cipta Karya Sumatera Barat Maria Doeni Isa.

Hadir pula anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Yogi Pratama dan Zuldafri Darma, Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdurrahman Hadi. (rn/*/pzv)

Komentar