Bantuan Bencana di Rumah Dinas Bupati Solok, Ini Penjelasan Jefrizal

Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Penampungan sementara bantuan bencana di rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Solok dilakukan karena kapasitas gudang Posko Utama telah penuh. Seluruh bantuan yang diterima tetap dicatat dan didata oleh Sekretariat Posko Bencana sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Jefrizal, S.Pt., M.T., yang bertanggung jawab mengoordinasikan logistik kebencanaan, menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan bantuan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Menurut Jefrizal, sejumlah donatur yang memiliki hubungan baik dengan kepala daerah memilih menyerahkan bantuan melalui rumah dinas Bupati maupun Wakil Bupati. Penempatan bantuan di lokasi tersebut tidak terlepas dari kondisi gudang Posko Utama yang saat itu sudah penuh.

Setelah bantuan diterima, Sekretariat Posko Bencana langsung melakukan pencatatan dan pendataan. Mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan bantuan yang masuk teridentifikasi sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam proses penyaluran, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) turut membantu distribusi bantuan berdasarkan pedoman dan peta sebaran yang telah disiapkan.

Dengan panduan tersebut, penyaluran diarahkan agar menjangkau masyarakat yang membutuhkan tanpa menimbulkan tumpang tindih. Warga yang belum menerima bantuan menjadi prioritas dalam distribusi berikutnya.

Jefrizal menegaskan, keterlibatan TP PKK dan GOW merupakan bagian dari koordinasi penanganan logistik kebencanaan. Karena itu, pengelolaan bantuan perlu dinilai berdasarkan mekanisme dan fakta yang berlangsung di lapangan, bukan semata-mata dari lokasi penampungan sementara.

Ia juga menanggapi narasi pemberitaan yang dinilainya menggunakan bahasa merendahkan dan tidak elegan. Menurutnya, penyampaian pandangan sebaiknya dilakukan dengan bahasa yang mencerminkan kualitas pemikiran dan wawasan penulis.

“Pembaca tentu dapat menilai sendiri seperti apa kualitas dan nilai dari sebuah narasi editorial. Bahasa yang digunakan dalam sebuah tulisan pada akhirnya akan menunjukkan kualitas, kedalaman berpikir, serta cara pandang penulisnya,” ujarnya.

Jefrizal menekankan pentingnya memahami fakta secara utuh sebelum membuat penilaian terhadap pengelolaan bantuan bencana. Menurutnya, hal utama dalam penanganan bencana adalah memastikan bantuan tercatat, terkoordinasi, dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. (E_J)

Komentar