Andre Rosiade Sebut Jalur KA Sumbar Aktif Oktober 2026

Padang, RANAHNEWS.com — Reaktivasi sejumlah jalur kereta api nonaktif di Sumatera Barat ditargetkan mulai memasuki tahap peluncuran pada Oktober 2026. Anggota DPR RI Andre Rosiade menyebut pemerintah menargetkan aktivasi jalur yang menghubungkan Kayu Tanam, Padang Panjang, Bukittinggi, Limbangan, Batu Tabal, Solok, Muaro Kalaban hingga Sawahlunto.

Target tersebut disampaikan Andre setelah rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI bersama jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Rabu (23/9/2026). Ia menyebut peluncuran aktivasi diharapkan dapat dilakukan pada 21–22 Oktober 2026.

“Alhamdulillah, kabar baik untuk masyarakat Sumatera Barat. Pemerintah Presiden Prabowo akan memulai proses reaktivasi jalur kereta api Sumbar, dari Kayu Tanam menuju Padang Panjang, Solok hingga Sawahlunto. InsyaAllah ditargetkan mulai akhir Oktober 2026,” kata Andre.

Program tersebut mencakup total 248,5 kilometer jalur kereta api yang sebelumnya tidak beroperasi. Dalam rencana yang disampaikan Andre, ruas tersebut meliputi Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Limbangan sepanjang 162 kilometer, Padang Panjang–Batu Tabal 18 kilometer, Batu Tabal–Solok 34 kilometer, Solok–Muaro Kalaban 24 kilometer, serta Muaro Kalaban–Sawahlunto 4 kilometer.

Andre yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI mengatakan reaktivasi tersebut mendapat dukungan Kementerian BUMN dan KAI. Menurutnya, pengaktifan kembali jalur kereta api menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah di Sumatera Barat.

“Kita ingin jalur kereta api kembali menjadi penghubung antardaerah, membuka akses mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat bersama Direksi KAI pada 23 September 2026, Andre meminta kepastian waktu pelaksanaan aktivasi jalur kereta api di Sumbar karena masyarakat terus menantikan realisasinya.

Selain untuk mobilitas masyarakat, Andre menyebut keberadaan kembali jalur kereta api diharapkan dapat mendukung distribusi logistik serta aktivitas ekonomi di wilayah yang dilalui.

Ia juga menilai reaktivasi jalur tersebut dapat mendukung sektor pariwisata dan perdagangan di Sumatera Barat.

“Ini komitmen kami, komitmen Presiden Prabowo untuk terus mengawal agar konektivitas dan pembangunan di Sumatera Barat benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Rencana reaktivasi jalur Sumbar merupakan bagian dari pengembangan jaringan perkeretaapian di Pulau Sumatera. KAI sebelumnya menyatakan tengah mengkaji sejumlah trase di Sumatera dan memastikan sebagian proses reaktivasi mulai dilakukan pada 2026. (rn/*/pzv)

Komentar